51动漫

51动漫 Official Website

Laporan Kedua dari Negara Berpenghasilan Rendah dan Negara Berpenghasilan Rendah-Menengah dalam Data Bedah Saraf

Foto oleh Designboom

Publikasi penting dari Lancet Commission in Global Surgery pada tahun 2015 menyoroti perbedaan dalam akses dan perawatan bedah global di negara berpenghasilan rendah (LICs) dan negara berpenghasilan rendah hingga menengah (LMICs). Bidang bedah saraf global muncul di antara persimpangan bedah saraf dan kesehatan masyarakat dengan tujuan untuk mempromosikan akses ke perawatan bedah saraf yang aman, tepat waktu, dan terjangkau di seluruh dunia dan mengatasi berbagai tantangan yang terkait.

Penelitian merupakan komponen inti dari bedah saraf global. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa publikasi dari LICs dan LMICs jarang dibandingkan dengan publikasi dari negara berpenghasilan tinggi (HICs). Salah satu studi bahkan menunjukkan bahwa hanya 4,5% studi dalam literatur bedah saraf yang memiliki afiliasi pada LICs atau LMICs. Laporan dari LICs dan LMICs hanya terdiri dari 0 hingga 7,25% dari semua artikel di berbagai jurnal bedah saraf. Kurangnya representasi LICs dan LMICs dalam literatur bedah saraf seakan menyoroti lebarnya perbedaan di luar praktik klinis dan ke dunia akademis.

Penelitian bedah saraf dapat mencirikan kekurangan dan perbedaan yang ada dalam perawatan bedah saraf, mengusulkan penerapan inisiatif untuk mengurangi beban penyakit bedah saraf, dan mengevaluasi efektivitas program berbasis rumah sakit atau kebijakan dalam meningkatkan akses menuju perawatan bedah saraf. Akhirnya, keterputusan antara ide penulis di HICs dan ahli bedah saraf di LICs dan LMICs dapat menghambat kemampuan untuk memasukkan hasil studi ke dalam kebijakan global.

Kesadaran bahwa representasi LICs dan LMICs yang lebih besar dalam literatur bedah saraf adalah keharusan etis dan praktis telah meningkat seiring dengan momentum gerakan bedah saraf global. Sebagai contoh dari kesadaran yang berkembang ini, dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 50 artikel dengan target bedah saraf global telah diterbitkan. Namun, tidak ada penelitian yang menandai apakah representasi LICs dan LMICs dalam literatur bedah saraf telah meningkat dari waktu ke waktu, mengingat penguatan gerakan bedah saraf global dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk memberikan kontribusi dalam bidang ini, sebuah penelitian dilakukan oleh Cannizzaro dkk., (2022) dari 51动漫 – RSUD Dr. Soetomo Surabaya, penelitian yang telah diterbitkan dalam World Neurosurgery (Elsevier Inc.) ini bertujuan untuk mengkarakterisasi keadaan representasi penulisan saat ini dalam bidang bedah saraf dan mungkin mengkatalisasi upaya untuk meningkatkan ekuitas penelitian di lapangan.

Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis bibliometrik retrospektif menggunakan database PubMed dan Scopus untuk mencatat semua laporan yang diterbitkan pada 2018-2020 oleh para penulis/peneliti yang berafiliasi dengan departemen bedah saraf di LICs dan LMICs. Atribusi studi untuk LMICs didasarkan pada penulis pertama atau sebagian besar penulis.

Pada penelitian ini, terdapat 486 studi yang dilaporkan oleh LICs dan LMICs setelah memeriksa seluruh konten di 12 jurnal. Artikel-artikel ini mewakili 4,9% dari semua artikel bedah saraf yang diterbitkan, dibandingkan dengan 4,5% pada studi tahun 2015-2017. India tetap menjadi negara dengan kontribusi tertinggi, dengan peningkatan laporan sebesar 17,1%. Negara lain, seperti Nigeria dan Filipina, juga menunjukkan peningkatan persentase laporan (masing-masing dari 0,9% menjadi 3,7% dan dari 0,6% menjadi 2,1%).

Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa ada konsensus yang berkembang dalam komunitas ilmiah bedah saraf bahwa penyebaran dan analisis data epidemiologi dan klinis dari negara berkembang dapat memberikan pedoman dan saran praktis di seluruh dunia. Namun, penelitian di atas menunjukkan bahwa jumlah artikel bedah saraf yang diterbitkan oleh negara-negara berpenghasilan rendah pada 2018-2020 tetap berada pada kisaran 5% dari total, sehingga tidak berdampak signifikan pada proses globalisasi.

Penulis: Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal, dr., Sp.BS.

Link:

AKSES CEPAT