51动漫

51动漫 Official Website

Laporan Kematian Massal Ikan Nila dalam Karamba Jarring Apung di Danau Batur Bali

Foto by Tribun Jambi

Oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) merupakan kualitas air yang sangat vital dan secara signifikan mempengaruhi kesesuaian habitat fisik dalam ekosistem perairan. Pada semua danau yang beriklim sedang yang mengalami statifikasi selama musim panas akan mengalami penurunan DO dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kondisi hipoksia yang selanjutnya berdampak negatif pada biota akuatik. Berdasarkan hal tersebut, memahai proses fisik dan biokimia dalam rangka mempertahankan konsentrasi DO di atas tingkat hipoksia menjadi hal yang sangat penting pada kegiatan manajemen sumberdaya perairan.

Walau demikian, permasalahan lingkungan yang dialami di seluruh dunia mengakibatkan perubahan suhu yang tidak menentu pada ekosistem perairan, sehinga mengubah pergerakan air melalui angin yang disebabkan oleh perubahan iklim (climate change).Pemahaman terhadap perubahan iklim ini dapat memberikan informasi untuk memprediksi dan mengelola dinamika air seperti erosi, sedimentasi, pergerakan arus air, dan respons biologis lainnya di dalam perairan. Salah satu kejadian dari perubahan suhu lingkungan perairan danau ini digambarkan pada sebuah kasus yang terjadi di Danau Batur, Kintamani, Bangli, Provinsi Bali.

Pada kasus ini telah terjadi kematian massal ikan tilapia (Oreochromis mossambicus)yang dibudidayakan melalui sistem keramba jaring apung (KJA) di wilayah Danau Batur, Bangli, Bali. Kejadian di lapang menunjukkan bahwa ikan tilapia secara konsisten mengalami kematian massal setiap tahunnya menjelang musim penghujan. Laporan sebelumnya telah mengungkapkan bahwa kasus kematian massal ini diakibatkan oleh kandungan sulfur dan residu ammonia yang bersumber dari sisa pakan dan belerang yang dihasilkan oleh Gunung Batur yang berada dekat dengan kawasan budidaya. Peningkatan residu di permukaan air menyebabkan air danau berubah warna menjadi putih. Demikian juga dengan kandungan belerang dan ammonium yang cenderung beracun dapat menurunkan kandungan DO dalam air sehingga menyebabkan ikan mengalami hipoksia.

Kami menduga, kematian ikan juga dapat terjadi akibat peristiwa upwelling yang dapat menurunkan DO di dasar perairan, sehingga meningkatkan laju kejadian hipoksia pada ikan tilapia. Secara ekogeografis, Danau Batur merupakan kaldera Gunung Batur yang meletus dan memiliki kandungan belerang aktif yang memicu potensi terjadinya upwelling terutama pada musim hujan. Di sisi lain, kematian ikan juga dapat diakibatkan oleh akumulasi residu pestisida yang digunakan oleh petani di sekitar danau yang melaju menuju danau melalui limpasan dan permukaan tanah. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat membuktikan studi kasus ini. Penelitian lebih lanjut dapat meliputi kegiatan monitoring kualitas perairan di Danau Batur secara spasio-temporal, analisis logam berat di sekitar danau dan air danau, dan kegiatan penyuluhan kepada pembudidaya ikan untuk tetap menjaga padat tebar dan manajemen pakan yang bijaksana. Di sisi lain, penyuluhan kepada petani sayuran di sekitar danau juga sangat diperlukan untuka mengurangi resiko kejadian kematian massal ikan ini.

Penulis: Putu Angga Wiradana dan Akhmad Taufiq Mukti

Referensi:

Wiradana PA, Yudha IKW, Mukti AT*. 2022. Mass tilapia (Oreochromis mossambicus) mortality in floating net cages at Batur Lake, Bangli Regency, Bali Province: a case report. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 1036: 012068. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1036/1/012068.

AKSES CEPAT