51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Latihan Endurans-Resisten sebagai Strategi Efektif Memperbaiki Kesehatan Metabolik pada Obesitas

Group of young sporty people doing exercises together in bright and spacious gym. Happy men and women doing aerobics exercises lifting high knees in gym. Fitness, sport, aerobics and people concept.

Obesitas kini menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di seluruh dunia. Selain meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan hipertensi, obesitas juga berkaitan dengan gangguan metabolik dan peradangan kronis. Banyak pendekatan telah dikembangkan untuk mengatasi kondisi ini, mulai dari pengaturan pola makan hingga terapi obat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa latihan fisik terstruktur tetap menjadi salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan kesehatan metabolik, terutama ketika dilakukan secara konsisten dan terprogram.

Penelitian ini melibatkan wanita muda dengan obesitas untuk menilai bagaimana latihan yang menggabungkan Latihan endurans dan resisten dapat mempengaruhi biomarker metabolik penting. Program latihan ini berlangsung selama delapan minggu dengan frekuensi lima kali per minggu, terdiri atas latihan endurans menggunakan treadmill dan latihan resisten dengan berbagai mesin fitnes. Intensitas latihan yang digunakan sedang dan ditingkatkan secara bertahap untuk menyesuaikan kemampuan peserta.

Fokus utama penelitian ini adalah tiga biomarker yang berkaitan erat dengan metabolisme dan peradangan, yaitu adipsin, IL-1β, dan irisin. Adipsin merupakan adipokin yang dilepaskan oleh jaringan lemak, dan kadar yang tinggi sering dikaitkan dengan resistensi insulin serta gangguan metabolik. IL-1β adalah penanda peradangan yang umumnya meningkat pada individu dengan obesitas. Di sisi lain, irisin merupakan myokine yang dilepaskan otot saat berolahraga dan berperan dalam meningkatkan pembakaran energi, mengurangi lemak tubuh, serta mendukung metabolisme yang lebih sehat.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup signifikan pada kelompok yang mengikuti program latihan. Adipsin dan IL-1β mengalami penurunan bermakna setelah delapan minggu latihan, sementara irisin meningkat secara nyata. Perubahan ini tidak ditemukan pada kelompok kontrol yang tidak melakukan latihan. Penurunan kadar adipsin dan IL-1β mengindikasikan berkurangnya tingkat peradangan dan membaiknya regulasi metabolisme, sedangkan peningkatan irisin menunjukkan respons positif otot terhadap aktivitas fisik yang teratur.

Selain perubahan biomarker, komposisi tubuh peserta juga mengalami perbaikan. Lemak tubuh menurun, sementara massa otot meningkat. Pengurangan lemak terbukti berkaitan dengan penurunan adipsin dan IL-1β, sedangkan peningkatan massa otot menunjukkan hubungan langsung dengan meningkatnya irisin. Hal ini menggambarkan bahwa perubahan biologis yang terjadi di dalam tubuh selaras dengan perubahan fisik yang tampak. Latihan yang dilakukan secara konsisten mampu memperbaiki kondisi metabolik melalui berbagai mekanisme, mulai dari peningkatan pembakaran lemak hingga perbaikan sensitivitas insulin.

Secara fisiologis, latihan ketahanan“kekuatan memberikan rangsangan yang besar pada otot dan jaringan lemak. Selama latihan, kebutuhan energi meningkat sehingga tubuh lebih banyak menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Kontraksi otot yang terus-menerus merangsang pelepasan irisin yang berfungsi meningkatkan pembakaran energi, memperbaiki fungsi mitokondria, dan mendukung proses pencoklatan pada sel lemak putih yang membuatnya lebih aktif dalam membakar kalori. Latihan kekuatan juga meningkatkan massa otot yang pada akhirnya menaikkan laju metabolisme basal sehingga tubuh lebih efisien dalam menggunakan energi.

Temuan ini memberikan bukti kuat bahwa latihan kombinasi endurans dan resisten dapat menjadi intervensi yang efektif dan aman untuk memperbaiki kesehatan metabolik pada obesitas. Latihan dengan intensitas sedang yang dilakukan secara konsisten selama beberapa minggu sudah cukup untuk memberikan perubahan positif pada tubuh, baik dari segi komposisi maupun respons metabolik.

Dengan mempertimbangkan manfaat yang terbukti, latihan ketahanan“kekuatan dapat dijadikan pilihan utama bagi individu yang ingin meningkatkan kesehatan, menurunkan risiko penyakit metabolik, atau mengelola obesitas secara berkelanjutan. Latihan ini tidak hanya membentuk tubuh yang lebih kuat, tetapi juga mendukung fungsi tubuh hingga ke tingkat seluler yang sangat penting bagi kesehatan jangka panjang.

Artikel bisa disitasi dan dibaca lengkap di:

S. Sugiharto, A. Pranoto, P.S. Rejeki, D. Merawati, O. Andiana, R. Ismalasari, H. Susanto and A.Taufiq, 2025. Endurance-strength training intervention program as a mediator in improving metabolic health in obesity, Comparative Exercise Physiology 21 (2025) 381“392, DOI: 10.1163/17552559-bja10057

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes.

AKSES CEPAT