Tim peneliti dari Fakultas Keperawatan 51动漫 (Unair) menemukan bahwa latihan kaki sederhana menggunakan bola golf dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dalam waktu dua minggu, latihan ini mampu memperbaiki Ankle Brachial Index (ABI)攊ndikator penting untuk menilai kesehatan pembuluh darah perifer.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021 terdapat lebih dari 19 juta penderita diabetes di Indonesia, meningkat hampir 82 persen dibandingkan tahun 2019. Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, termasuk wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes adalah gangguan sirkulasi darah ke ekstremitas bawah atau Peripheral Arterial Disease (PAD). Gangguan ini sering kali tidak disadari hingga muncul luka di kaki (diabetic foot ulcer) yang sulit sembuh dan berisiko amputasi. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pengukuran Ankle Brachial Index untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penelitian yang dilakukan oleh tim Unair ini melibatkan 137 pasien diabetes tipe 2 berusia 36 hingga 59 tahun dari empat puskesmas di Kota Surabaya. Para peserta diminta melakukan latihan kaki menggunakan bola golf dua kali sehari selama lima menit dalam periode 14 hari. Cara melakukannya sangat sederhana: peserta duduk di kursi, lalu menggulirkan bola golf ke arah kanan dan kiri di bawah telapak kaki secara perlahan. Permukaan bola golf yang bertekstur dimpled memberikan efek pijatan yang merangsang aliran darah dan membantu memperbaiki fungsi saraf kaki. Latihan ini dinilai efektif, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah tanpa memerlukan alat khusus.
Setelah dua minggu latihan rutin, nilai ABI peserta meningkat signifikan dari 0,94 menjadi 1,08, yang menandakan perbaikan aliran darah ke kaki. Sebelum intervensi, sekitar 43 persen peserta memiliki nilai ABI abnormal, namun setelah latihan, angka tersebut menurun drastis menjadi hanya sembilan persen. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa peserta memiliki peluang hampir 15 kali lebih besar untuk mencapai nilai ABI normal setelah melakukan latihan. Perbaikan ini terjadi pada peserta laki-laki maupun perempuan, menunjukkan bahwa latihan bola golf dapat diterapkan secara universal untuk penderita diabetes.
Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan dampak besar terhadap kesehatan pembuluh darah penderita diabetes. Pendekatan ini juga sejalan dengan program nasional pencegahan komplikasi diabetes melalui peningkatan self-management dan self-care. Latihan kaki dengan bola golf dinilai dapat menjadi strategi mandiri yang mudah dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah gangguan sirkulasi, neuropati, dan risiko amputasi. Selain manfaat fisiologis, latihan ini juga memiliki efek relaksasi dan mampu meningkatkan kesadaran pasien terhadap pentingnya perawatan kaki (foot care). Aspek tersebut sering kali diabaikan dalam pengelolaan diabetes, padahal memiliki peran penting dalam mencegah luka dan komplikasi kronik.
Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana berbasis komunitas dapat memberikan hasil klinis yang signifikan. Dengan dukungan tenaga kesehatan, latihan bola golf dapat diintegrasikan ke dalam program edukasi pasien diabetes di puskesmas maupun posyandu lansia. Temuan ini memperkuat pesan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara teratur dapat membawa dampak besar bagi pencegahan komplikasi diabetes. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan latihan sederhana ini menjadi contoh konkret dari prinsip tersebut.
Penulis: Ika Nur Pratiwi, Ika Yuni Widyawati, Fadhilah Anggraini, Nursalam, Nor Aziyan Yahaya
Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:





