51动漫

51动漫 Official Website

Lawan Bosan, Metode Fun Learning BBK 7 Sukses Ubah Cara Belajar di Kalisari

Mahasiswa KKN BBK 7 melaksanakan pembelajaran fun learning Matematika dan Bahasa Inggris kepada anak-anak di Kelurahan Kalisari, pada Sabtu (11/1/2026). (Foto: Tari Kesih Sasmeka)
Mahasiswa KKN BBK 7 melaksanakan pembelajaran fun learning Matematika dan Bahasa Inggris kepada anak-anak di Kelurahan Kalisari, pada Sabtu (11/1/2026). (Foto: Tari Kesih Sasmeka)

UNAIR NEWS Siapa bilang belajar Matematika dan Bahasa Inggris itu membosankan? Di tangan para mahasiswa peserta Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫, kegiatan mengajar ini diubah menjadi kegiatan penuh edukasi kreatif dan kompetisi yang ceria.

Program ini merupakan langkah nyata mahasiswa dalam mendukung tujuan global, antara lain:

  • SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas): Menciptakan akses belajar yang inklusif dan menyenangkan.
  • SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan): Mendorong kolaborasi antar jenjang tanpa membeda-bedakan kemampuan.
  • SDGs 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Membentuk karakter kritis dan kerja sama tim sebagai bekal SDM unggul di masa depan.

Melalui program kerja unggulan di bidang pendidikan, tim mahasiswa BBK 7 menggelar sesi bimbingan belajar yang diikuti oleh belasan anak-anak di Selasar Musholla RT 3 Kalisari, Mulyorejo. Alih-alih menggunakan metode satu arah yang kaku, mereka membawa pendekatan yang lebih segar dan interaktif.

Bermain Sambil Belajar

Hari pertama dimulai dengan energi yang luar biasa. Sesi ini diawali dengan pengenalan materi dasar aritmatika, mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, hingga pembagian. Materi disampaikan dengan penampilan PowerPoint interaktif yang berisi konsep angka yang divisualisasikan sederhana agar anak-anak lebih mudah memahami nya. Sesi Fun terjadi saat masuk ke permainan jawab cepat. Dalam sesi ini, kelas diubah menjadi arena kompetisi dimana mahasiswa melemparkan pertanyaan-pertanyaan hitungan cepat yang dijawab secara spontan oleh para anak-anak.

“Melihat binar mata dan antusiasme mereka saat berebut menjawab adalah kepuasan tersendiri bagi kami. Ternyata, matematika bisa menjadi sekeren itu jika dikemas dengan cara yang tepat,” ungkap salah satu anggota tim mahasiswa BBK 7. Melalui pendekatan ini, Day 1 bukan sekadar tentang transfer ilmu, tetapi tentang membangun fondasi kepercayaan diri anak-anak terhadap angka.

Tak kalah seru dengan Matematika, agenda berikutnya beralih ke pengenalan Bahasa Inggris. Fokus materi kali ini adalah Noun atau Kata Benda, yang menjadi fondasi dasar dalam berkomunikasi. Mahasiswa BBK 7 dengan PowerPoint interaktifnya memiliki tujuan agar anak-anak dapat menghubungkan objek nyata dengan kosa kata Bahasa Inggrisnya. Sesi game diisi dengan permainan tebak gambar dimana anak-anak harus berebut menebak nama benda tersebut dalam Bahasa Inggris. Selain pengenalan kosa kata, mahasiswa juga menyelipkan sesi perkenalan diri (self-introduction) sederhana. Anak-anak diajak untuk berani tampil di depan kelas, menyebutkan nama dan benda favorit mereka menggunakan struktur kalimat Bahasa Inggris yang benar.

“Tujuan kami adalah menghilangkan rasa malu mereka untuk berbicara. Dengan suasana yang penuh tawa dan kompetisi yang menyenangkan, mereka tidak sadar bahwa mereka sedang mempelajari struktur bahasa yang kompleks,” ujar salah satu mahasiswa pengajar. Hasil akhirnya, anak-anak mengetahui kosa kata baru yang diajarkan terasa lebih ringan dan lebih mudah terserap di ingatan karena proses belajar melibatkan emosi yang bahagia.

Wadah Kompetitif yang Sehat

Pada hari ke-2 tim mahasiswa KKN resmi menggelar program Cerdas Cermat 淩anking 1 bagi anak-anak di desa. Program ini dirancang bukan sekadar lomba, tapi juga untuk mempererat keakraban antar siswa melalui sistem kelompok lintas jenjang. Melalui program ini, mahasiswa berharap anak-anak tidak hanya terasah secara kognitif, tetapi juga belajar cara bekerja sama dalam tim yang beragam. Anak-anak terlihat sangat antusias yang menunjukkan semangat. Pendidikan adalah kunci, namun cara membukanya memerlukan kreativitas. Mahasiswa BBK 7 telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pelajaran tersulit pun bisa menjadi petualangan yang seru.

Penulis: Diana Puspita Rini

AKSES CEPAT