Upaya pengendalian tuberkulosis (TB) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas negara antara 51¶¯Âþ dan Management and Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan bertajuk Lawan Tuberkulosis Tanpa Batas ini dilaksanakan di Surabaya dan Malaysia sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being serta SDG 4: Quality Education.
Skrining dan Edukasi TB di Surabaya
Kegiatan di Surabaya dilaksanakan pada 25“27 November 2025 bertempat di Puskesmas Wonokusumo. Rangkaian kegiatan berfokus pada skrining dan edukasi komprehensif mengenai TB kepada masyarakat. Skrining dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan dahak, serta pemeriksaan X-ray untuk mendeteksi dugaan TB secara dini. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai gejala TB, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas guna mencegah resistensi obat.
Kegiatan ini turut didukung oleh dokter Erreza, dokter Nurul, dan dokter Nurina yang membantu memastikan seluruh rangkaian skrining dan edukasi berjalan sesuai standar pelayanan kesehatan. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Daniel Laksmana Santoso, Natasya Salsabilla Zulkarnain Putri , Salvia Rahma Aretha, dan Syalsa Ramadhani Hartadi yang berperan dalam persiapan materi, pelaksanaan edukasi, pendampingan peserta skrining, serta dokumentasi kegiatan.
Kolaborasi dan Edukasi TB di Malaysia

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 1“3 Desember 2025 di Management and Science University (MSU), Malaysia. Di sana, tim melaksanakan pertukaran gagasan dan diskusi mengenai situasi serta tantangan penanggulangan TB di Indonesia dan Malaysia. Selain itu, dilakukan pula edukasi kesehatan kepada mahasiswa dan komunitas kampus mengenai pencegahan dan deteksi dini TB.
Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkaya perspektif lintas negara dalam pengendalian penyakit menular, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama akademik di bidang kesehatan masyarakat.
Kontribusi terhadap SDG
Program ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan upaya promotif dan preventif, serta optimalisasi deteksi dini tuberkulosis di tingkat komunitas dan institusi pendidikan. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 4: Quality Education dengan memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa melalui kolaborasi internasional, diskusi ilmiah, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang meningkatkan kapasitas akademik, kompetensi klinis, dan wawasan global dalam penanganan penyakit menular.
Kegiatan edukasi dan diskusi interaktif mengenai tuberkulosis (TB) bersama mahasiswa dan dosen Universiti Management and Science (MSU), Malaysia (Foto: Dok. Tim).
Penulis: Natasya Salsabilla Zulkarnain Putri dan Syalsa Ramadhani Hartadi (Kelompok 5 MSU)





