UNAIR NEWS – Selama ini banyak orang menganggap bahwa do檃 hanya sekedar meminta pertolongan dan kesejahteraan saja, padahal peran dari doa sendiri memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, pada Kamis (30/4/2026) ) mengadakan pengajian yang berlangsung di Aula Asrama Putri Lantai 2.
Pengajian kali ini berfokus pada keutamaan doa. Punari S Sos M Si mengatakan bahwa doa adalah obat yang amat bermanfaat dan musuh bagi bencana. Doa penting untuk selalu diamalkan, tidak hanya saat selesai salat saja, melainkan saat berdiri, duduk, dan berbaring seraya menunjukkan ciri-ciri dan mengimplementasikan amal baik dari seorang muslim yang berakal.
淎llahumma a’ini ala dhikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu. Doa adalah obat yang amat bermanfaat dan musuh bagi bencana, ujar Punari.
Keutamaan dan Rahmat Doa
Ia mengatakan bahwa salah satu bentuk dari keutamaan dan nikmat dari Allah adalah berdzikir. Berdzikir dapat sekaligus mengingat, menyebut, dan mengagungkan nama Allah SWT, baik di dalam hati, lisan, maupun perbuatan. Selain itu, bersyukur kepada rahmat Allah serta memperbaiki ibadahnya. Semua hal tersebut diberikan oleh Allah kepada kaumnya sebagai nikmat yang Ia berikan kepada manusia.
淭erlebih lagi, doa adalah musuh bagi bencana. Setiap saat doa berperang dengan bencana-bencana yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari bagi yang mengamalkannya. Ia akan dijauhkan, dicegah, dihilangkan, ataupun diringankan dari bencana yang akan menimpanya, ujarnya.
Semua bencana yang terjadi di dunia pasti dapat diselesaikan dengan cara dan tahapannya. Semua masalah pula yang ada di dunia pasti bisa diselesaikan bagaimanapun caranya. Namun, bila bencana tersebut terjadi di akhirat, manusia sudah tidak mampu untuk berbuat apa-apa. Prinsip ini penting untuk diamalkan, mengutamakan menabung atau menyelesaikan kewajiban perihal kelak di tempat terakhir manusia, akhirat.
Menurutnya, doa paling mustajab untuk diamalkan adalah doa setelah salat. Mengamalkan salat dengan khidmat dan menggunakan waktu salat sebagai waktu terbaik dan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Allah. Selain itu, penting untuk membalas kebaikan seseorang dengan kebaikan yang lebih tinggi dengan doa sebagai bentuk balasan cinta dan kebaikan.
Penulis: Fauziah Kandela
Editor: Khefti Al Mawalia





