51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Seminar Pasar Modal KSPM FEB Bekali Mahasiswa Hadapi Dinamika Harga dan Manipulasi Narasi

(Dari kiri) Moderator, Ryan Filbert (tengah) dan Johan Gunadi D.(kanan), dalam Seminar Pasar Modal KSPM FEB UNAIR di Aula Maleo, Kampus Dharmawangsa-B, Sabtu (2/5/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS “ Langkah strategis dalam memperkuat edukasi literasi finansial mahasiswa kembali ditunjukkan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis () 51¶¯Âþ (UNAIR). KSPM sukses menghelat Seminar Pasar Modal bertajuk WHEN INVESTING BECOMES IDENTITY: How Beliefs, Narrative, and Social Influence Shape Investor Behavior pada Sabtu (2/5/2026) di Aula Maleo, Gedung Medang, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Mengangkat pentingnya perilaku dan psikologi investor di era modern, acara ini menghadirkan dua pakar pasar modal terkemuka. Mereka adalah Ryan Filbert, tokoh inspiratif pasar modal; dan Johan Gunadi D, Community Manager di Indo Premier Sekuritas.

Ryan Filbert menyoroti tantangan terbesar investor muda saat ini adalah menghadapi ilusi kesuksesan instan dari fenomena flexing kemewahan di media sosial. œMakanya, kita harus sangat kritis. Jangan gampang terpukau dengan hal-hal luar biasa, apalagi sekadar pamer supercar seperti McLaren. Seringkali itu cuma cara branding mereka saja, bahkan patungan cuma buat foto, tegas Ryan.

Ryan Filbert dan Johan Gunadi D.(tengah), berfoto bersama jajaran panitia KSPM FEB UNAIR beserta seluruh peserta pada penghujung acara Seminar Pasar Modal, Sabtu (2/5/2026) (Foto: Istimewa)

Menurutnya, dunia investasi saat ini penuh tipu daya jika seseorang hanya menelan mentah-mentah apa yang tampil di layar. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya merumuskan tujuan hidup yang jelas dan logis sebelum terjun ke instrumen pasar modal.

œKetika kita berbicara soal tujuan, semuanya berakar dari tujuan hidup kita terlebih dahulu, baru turunannya adalah tujuan keuangan. Kalau ada seseorang yang sibuk menyusun tujuan keuangan tapi dia sendiri tidak punya tujuan hidup yang jelas, rasanya agak aneh, paparnya.

Lebih lanjut, menurut Ryan tujuan hidup dasar seperti rencana menikah, memiliki anak, dan rumah akan sangat menentukan besaran target finansial ke depannya. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar selalu menggunakan uang yang disisihkan secara sadar. œUang itu baru bisa menjadi ‘dingin’ kalau dibarengi kesadaran penuh untuk menyisihkannya demi masa depan. Kalau memaksakan diri memakai ‘uang panas’ apalagi uang dapur, hasilnya pasti akan sangat spekulatif dan emosional, tambahnya.

Sementara itu, Johan Gunadi D. menyoroti sisi psikologis investor, terutama saat pasar saham mengalami fluktuasi dan penurunan tajam. Menurutnya, mentalitas investor tidak bisa dibentuk hanya dari teori seminar di dalam ruangan. œBagi saya pribadi, psikologi dalam berinvestasi itu harus dibentuk melalui proses nyata, karena pengalaman adalah guru terbaik. Teman-teman yang sudah pernah mengalami crash secara langsung, pasti punya daya tahan yang lebih kuat, jelas Johan.

Untuk menjaga agar psikologi tetap tenang di tengah ketidakpastian pasar, ia menyarankan pemisahan portofolio dana secara rasional. Hal ini bertujuan agar investor bisa membedakan mana dana untuk trading dan mana dana khusus untuk menabung aset investasi jangka panjang.

œJauh lebih baik kalau teman-teman bisa membagi porsi dananya. Karena di trading kita bisa memanfaatkan momentum untuk menjaga psikologi kita tetap rasional. Sehingga, ketika ada kerugian di satu sisi, keuntungan dari porsi lainnya masih bisa menyeimbangkan, pungkasnya.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT