51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Literasi Kesehatan dan Stres Diabetes: Kunci Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes

Manajemen penyakit diabetes mellitus (DM) tidak hanya bergantung pada terapi obat, tetapi juga pada kemampuan pasien untuk menjalankan gaya hidup sehat, terutama kepatuhan terhadap diet yang tepat. Studi terbaru yang dilakukan di Puskesmas wilayah kerja Kabupaten Sidoarjo pada Februari hingga April 2023 menyoroti pentingnya literasi kesehatan dan tingkat stres akibat diabetes (diabetes distress) terhadap kepatuhan diet pada pasien DM. Penelitian ini melibatkan 104 responden dengan usia produktif antara 18“65 tahun yang telah menderita diabetes lebih dari 6 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (67,3%) dan berusia antara 56“65 tahun. Selain itu, sebagian besar telah menderita DM selama kurang dari lima tahun. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Health Literacy Scale (DHLS), Distress Diabetes Scale (DSS), dan Self-Management Dietary Compliance Questionnaire (SMDBQ) untuk menilai hubungan antara variabel-variabel tersebut. Temuan menarik dari studi ini adalah adanya hubungan positif antara literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap diet (p<0.001, r=0.489), serta hubungan negatif antara distress diabetes dan kepatuhan diet (p<0.001, r=-0.355).

Ini berarti bahwa pasien dengan pemahaman yang lebih baik tentang penyakitnya”terutama mengenai makanan yang dianjurkan dan dilarang”lebih cenderung mematuhi pola makan sehat. Sebaliknya, pasien yang mengalami tekanan emosional tinggi akibat penyakit diabetes, cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan disiplin diet. Kondisi stres dapat mengganggu kemampuan pasien dalam mengambil keputusan rasional terkait pola makan, yang pada akhirnya memperburuk pengelolaan kadar gula darah.

Implikasi dari studi ini sangat penting bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat dan edukator diabetes, dalam merancang pendekatan edukatif yang lebih efektif. Intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan literasi kesehatan harus menjadi prioritas, termasuk penyuluhan berkelanjutan dan komunikasi yang disesuaikan dengan kemampuan baca tulis pasien. Selain itu, deteksi dini terhadap gejala distress diabetes juga perlu dilakukan agar pasien dapat menerima dukungan psikologis yang tepat.

Dengan meningkatnya literasi kesehatan dan penurunan tingkat stres, diharapkan pasien diabetes dapat menjalani pengelolaan diri yang lebih optimal. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan holistik dalam penanganan DM”yang menggabungkan aspek edukatif dan emosional”merupakan langkah krusial dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes.

Penulis: Ika Nur Pratiwi1, Zurinda Dwi Nur Lailiyaturrohmah, Ira Suarilah, Abu Bakar, Ika Yuni Widyawati, Nursalam Nursalam, dan Nor Aziyan Yahaya

Nama lengkap: Ika Nur Pratiwi, S.Kep.,Ns.,M.Kep

Judul Artikel: The Relationship between Health Literacy, Diabetes Distress, and Dietary Adherence in Diabetes Mellitus Patients

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

https://www.lumhs.edu.pk/jlumhs//special-issue-january2025/08.pdf

Pratiwi, I. N., Lailiyaturrohmah, Z. D. N., Suarilah, I., Bakar, A., Widyawati, I. Y., Nursalam, N., & Yahaya, N. A. (2025). The Relationship between Health Literacy, Diabetes Distress, and Dietary Adherence in Diabetes Mellitus Patients. Journal of the Liaquat University of Medical and Health Sciences, 2025January(Special Issue), 49“54. https://doi.org/10.22442/jlumhs.2025.01257

AKSES CEPAT