UNAIR NEWS Kabar gembira datang dari perwakilan 51动漫 (UNAIR) dalam ajang SEVEN SHELTER 2018. Enam mahasiswa UNAIR berhasil membawa pulang 2 juara dalam gelaran dua tahunan yang diadakan oleh Forum Studi Ekonomi Islam Universitas Jenderal Soedirman (FOSEI UNSOED) pada Sabtu, (15/9) di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto.
Ialah Moch. Bachrul U.F (Akuntansi/2015), Sholikudin Alawy (Ekonomi Islam/2017), dan Mar檃tus Sholihah (Ekonomi Islam/2017) berhasil mendapat predikat juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam Mahasiswa. Selain itu, Yuliandi Fikri (Ekonomi Pembangunan/2015), Retno Wulan Dari (Manajemen /2015), dan Reni Ariesta Wardana (Akuntansi/2015) juga berhasil mempersembahkan juara 1 Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam untuk UNAIR.
Sholikudin Alawy menuturkan, lomba tersebut merupakan lomba tingkat nasional yang dapat diikuti oleh seluruh universitas yang ada di Indonesia. Dalam proses seleksinya, pada tahap awal peserta diseleksi secara online. Kemudian, dari seleksi tersebut diambil 5 peserta untuk bisa mengikuti tahap selanjutnya.
淧eserta yang masuk ke dalam 5 besar kemudian diharuskan untuk melakukan seleksi lagi dengan cerdas cermat, tambahnya.
Dari hasil cerdas cermat, mahasiswa yang akrab disapa Alawy itu menambahkan, akan mengerucut menjadi 3 besar dan diseleksi lagi dengan membuat studi kasus serta dipresentasikan dihadapan para peserta dan juri. Dari seleksi tersebut akan menghasikan juara akhir.
淗al unik yang saya rasakan pada saat olimpiade, suasananya sangat santai, namun iklim kompetisinya juga sangat terasa, tambahnya.
Alawy mengatakan, ia dan rekannya sangat termotivasi untuk mengikuti lomba tersebut karena ingin mengembangkan keilmuan di bidang Ekonomi Islam. Selain itu, di semeter tiga itu, ia berhasrat untuk terus mengasah jiwa berkompetisi.
淪angat bahagia pastinya bisa membanggakan orang tua dan almamater tercinta, apalagi 2 tim dari UNAIR sama-sama memperoleh juara 1 di 2 sub-event berbeda, tambahnya.
Kedepan, Alawy serta rekannya berharap bisa terus mengikuti kompetisi dan bisa menjadi juara dalam setiap perlombaan. Namun, aspek keilmuan tetap menjadi tujuan utama mereka agar bermanfaat bagi orang lain.
淜arena yang terpenting itu bukan gelar juaranya, melainkan ilmunya, pungkasnya. (*)
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Binti Q. Masruroh





