51动漫

51动漫 Official Website

LPMB UNAIR Susun Roadmap Rencana Aksi, Petakan Masalah DAS Hilir Brantas

Seorang laki-laki mengenakan batik memegang mic berdiri di depan audiens
Dr Ir Runi Asmaranto ST MT IPM ASEAN Eng memaparkan materi tentang pengelolaan DAS Terpadu dan Tantangan di Hilir Brantas pada Senin (24/11/2025) di Ruang Dayak, ASEEC Tower, Kampus-B Dharmawangsa (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Aliran Sungai (DAS) Hilir Brantas telah menderita berbagai permasalahan hidrologi sejak lama, baik banjir maupun pencemaran. Penyebabnya adalah topografinya yang relatif datar sehingga kecepatan aliran menurun dan meningkatkan potensi sedimentasi serta pendangkalan saluran. 

Tantangan di Hilir Brantas serta pengelolaan DAS terpadu ini menjadi bahan ulasan dalam workshop听 (LPMB) 51动漫 (UNAIR). Workshop yang berlangsung di Ruang Dayak, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B pada Selasa (25/11/2025) tersebut bertujuan untuk menyusun roadmap rencana aksi pengelolaan DAS hilir Bratas.

Dr Ir Runi Asmaranto ST MT IPM ASEAN Eng, selaku pemateri, menjelaskan bahwa DAS Hilir Brantas menanggung akibat dari aktivitas DAS hulu. Kualitas air yang menurun adalah dampak paling signifikan. Akumulasi limpasan dari seluruh bagian hulu dan tengah DAS membuat bagian hilir menanggung beban pencemarannya.听

Sejumlah orang duduk di dalam ruangan tampak mendengarkan pembahasan dari seorang pemateri
Para audiens mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr Ir Runi Asmaranto ST MT IPM ASEAN Eng di Ruang Dayak, ASEEC Tower, Kampus-B Dharmawangsa (Foto: Istimewa)

淢asalah lain yang paling sering kita dengar adalah banjir. Banjir ini sudah umum sekali, di daerah Surabaya, daerah Malang juga. Salah satu penyebab utamanya itu permasalahan dalam sistem irigasi. Debit yang fluktuatif membuat distribusi air tidak merata, belum lagi integrasi jaringan yang lemah, jelas Runi pada Senin (24/11/2025). 

Berangkat dari permasalahan DAS hilir, ia menekankan bahwa pengendalian banjir dan drainase terpadu menjadi urgensi yang harus segera teratasi. Aksi solusi perlu dilakukan dari hulu ke hilir, terutama karena permasalahan di hilir merupakan akibat dari terabaikannya komplikasi di hulu. Terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan, dari mulai perbaikan irigasi, drainase, nature-based solutions, hingga skema mitigasi graduated land-use dalam konteks tata ruang. 

淎da juga nature-based solutions, ini sudah mulai kita terapkan, penanganan berbasis alam (green infrastructure, red). Di surabaya sendiri, saya mengakui orang-orangnya lebih terbuka. Contoh nyata transformasi itu di Keputih. Ini luar biasa, secara edukasi orang-orang di Surabaya sudah lebih terbuka, ulas Runi.听

Namun, menilik kondisi belakangan ini, musim kemarau yang durasinya lebih lama membuat debit air menurun. Kondisi ini memunculkan masalah yang berbeda ketika efisiensi pengelolaan DAS rendah. Distribusi air yang tidak merata akibat integrasi jaringan yang lemah memunculkan kompetisi kebutuhan air antara irigasi, industri, dan kebutuhan domestik. 

淥leh karena itu, integrasi jaringan integrasi-drainase itu tidak berhenti secara fisik (infrastruktur, red) saja, kontrolnya pun perlu ditingkatkan. Otomatisasi perlu kita kembangkan dengan menggunakan data real-time supaya operasi pintu air bisa optimal, pungkasnya.听

Penulis: Dinnaya Mahashofia

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT