51动漫

51动漫 Official Website

TeleBrush Antar Mahasiswa FKG UNAIR Raih Juara 3 Poster Publik Udayana Dentistry Scientific Competition 2025

Hanna, Dyandra, dan Servatia saat menerima penghargaan Juara 3 Kategori Poster Publik Udayana Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)
Hanna, Dyandra, dan Servatia saat menerima penghargaan Juara 3 Kategori Poster Publik Udayana Dentistry Scientific Competition 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫 meraih prestasi membanggakan di Udayana Dentistry Scientific Competition 2025. Mereka berhasil mendapatkan Juara 3 Kategori Poster Publik melalui inovasi TeleBrush, sebuah konsep smart toothbrush yang membantu mencegah gingivitis dengan dukungan teknologi digital.

Tim ini dipimpin oleh Hanna Emanuela Simanjuntak, angkatan 2024. Ia bekerja bersama Dyandra Aulia Daanisy dan Servatia Pradinda Renatamagani, juga angkatan 2024. Mereka mengetahui lomba dari Instagram dan cerita kakak tingkat. Hanna menjelaskan, 淏eberapa dari kami pernah ikut lomba poster, tetapi belum pernah sampai final. Jadi kami ingin mencoba lagi dan melihat perkembangan kemampuan kami.

Angkat Isu Gingivitis dan Lahirkan Inovasi TeleBrush

Tim memilih fokus pada gingivitis karena kasusnya masih tinggi di Indonesia. Selain itu, tema lomba menekankan penggunaan digital tools. Awalnya mereka mempertimbangkan konsep smart toothbrush yang sudah banyak dikembangkan. Namun, mereka ingin membuat inovasi yang berbeda.

Dari proses itu, lahirlah TeleBrush. Produk ini dirancang sebagai smart toothbrush yang memiliki fitur gentle speed mode untuk gusi sensitif dan UV light untuk mendeteksi plak sekaligus mensterilkan kepala sikat. Semua fitur tersebut terhubung ke aplikasi TeleBrush App melalui sistem telemonitoring. Hanna menambahkan, 淧encegahan gingivitis dimulai dari kebiasaan sederhana. TeleBrush membantu membuat kebiasaan itu lebih konsisten dan terpantau.

Proses Kreatif, Tantangan, dan Penilaian Juri

Dalam menyusun poster, mereka mengumpulkan literatur dan data Riskesdas. Setelah itu, mereka membuat outline agar alur informasi lebih rapi. Kemudian, mereka menggabungkan isi ilmiah dengan visual yang sederhana dan mudah masyarakat pahami. Bagian prevalensi menjadi fokus utama karena menunjukkan gambaran kasus gingivitis secara global dan nasional.

Prosesnya tidak selalu mudah. Tantangan terbesar terletak pada pengembangan ide dan persiapan presentasi. Hanna mengatakan, 淚ni pertama kalinya kami ikut lomba poster publik secara offline. Jadi kami belum tahu gaya presentasi yang diharapkan.

Untuk memperkuat penyampaian, mereka menambahkan tagline, lagu penutup, dan juga flyer yang mereka berikan kepada juri. Hal ini membantu juri memahami fitur TeleBrush dengan cepat dan jelas.

Pelajaran Berharga dan Harapan Pengembangan TeleBrush

Kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mereka tampil di babak final sekaligus meraih kejuaraan. Selain itu, mereka mendapat banyak wawasan baru dari tim peserta lain. Hanna menyampaikan, 淜ami belajar dari presentasi tim lain dan mendapatkan ide baru untuk kompetisi berikutnya.

Ke depan, mereka berharap TeleBrush dapat berkembang menjadi produk nyata. Mereka terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi dan fasilitas produksi. Harapannya, TeleBrush dapat membantu masyarakat mencegah gingivitis sejak dini.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT