Penelitian ini berisi studi komprehensif tentang ciri histopatologis dari spesimen biopsi inti pada tumor paru-paru dan mediastinum. Studi ini dilakukan mulai dari 1 Juli 2015 hingga 30 Juni 2020, dengan tujuan mengevaluasi akurasi dan manfaat dari prosedur biopsi inti sebagai metode untuk mendapatkan spesimen untuk pemeriksaan histopatologis. Studi deskriptif retrospektif ini melibatkan analisis dari 320 kasus, dengan 67,8% lesi terdeteksi di paru-paru dan 32,2% di mediastinum. Perlu dicatat bahwa distribusi usia untuk tumor paru-paru tertinggi terjadi pada kelompok usia 51-60 tahun, membentuk 34,6% dari kasus, sementara tumor mediastinum paling umum pada kelompok usia 11-20 tahun, mencakup 20,4% dari kasus.
Pria lebih sering terkena, dengan 77,0% pada tumor paru-paru dan 61,2% pada tumor mediastinum. Fitur histopatologis paling umum terjadi pada tumor paru-paru adalah adenokarsinoma (46,5%). Studi ini menekankan kegunaan prosedur biopsi inti dalam menetapkan diagnosis tumor paru-paru dan mediastinum untuk memberikan wawasan berharga tentang distribusi usia dan jenis kelamin pada kasus-kasus ini.
Temuan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya biopsi inti sebagai alat diagnostik yang esensial untuk tumor paru-paru dan mediastinum. Dengan menganalisis 320 kasus, studi ini mengungkapkan perbedaan distribusi usia yang jelas antara tumor paru-paru dan mediastinum, memberikan pencerahan tentang prevalensi kelompok usia tertentu dalam setiap kategori. Dominasi pria pada kedua tumor paru-paru dan mediastinum menunjukkan adanya faktor-faktor terkait gender yang mempengaruhi perkembangan kondisi ini. Selain itu, identifikasi fitur histopatologis umum, seperti adenokarsinoma paru-paru pada tumor paru-paru dan hasil yang tidak pasti pada tumor mediastinum, memberikan informasi berharga bagi klinisi dan patologis. Studi ini mendorong penggunaan terus-menerus dari prosedur biopsi inti dan menyoroti fleksibilitasnya dengan memungkinkan pemeriksaan molekuler lebih lanjut, termasuk imunohistokimia, untuk menetapkan diagnosis definitif, terutama pada kasus-kasus dengan hasil yang tidak pasti. Penelitian ini berkontribusi pada upaya terus-menerus di bidang Kesehatan untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan menyempurnakan pendekatan terapeutik bagi pasien dengan tumor paru-paru dan mediastinum.
Penulis: Isnin Anang Marhana, dr., Sp.P(K), FCCP
Jurnal: Lung and Mediastinal Tumor Core Biopsies: Histopathological Features of 320 Cases





