n

51动漫

51动漫 Official Website

Mahagana UNAIR Ajarkan Simulasi Gempa di Gerbang Desa Jilid IV

Ilustrasi
Ilustrasi oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kondisi Kampung Jolosutro yang berada di pesisir pantai dan dikelilingi oleh bukit mengakibatkan desa binaan pengmas BEM UNAIR tersebut rawan terhadap bencana. Baik gempa, longsor, maupun tsunami.

Untuk itu, Gerbang Desa Jilid IV mengajak perwakilan Badan Otonom UNAIR yaitu Mahasiswa Tangap Bencana (Mahagana) yang terdiri dari Shabriartha (ketua) dari Fakultas Vokasi, Iqbal Adi Kurnaiwan dari FIB, dan Sufi dari FISIP, untuk bergabung bersama dengan tujuan agar Mahagana UNAIR dapat memberikan edukasi dini kepada adik-adik terkait bencana yang mungkin akan terjadi.

Iqbal Adi Kurniawan, salah satu pengurus Mahagana menjelaskan bahwa selain bertugas untuk membantu ketika terjadi bencana di Indonesia, Mahaga juga bertugas untuk mengedukasi masyarakat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bencana. Terutama, hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Pada hari ke-2 Gerbang Desa, kami memberikan sosialisasi tentang bencana pada siswa SDN Gondang Tapen juga memberikan simulasi ketika terjadi gempa saat proses belajar mengajar berlangsung.” jelas Iqbal, mahasiswa fakultas ilmu budaya (FIB) UNAIR.

Antusiasme adik-adik yang mengikusi simulasi tersebut cukup tinggi, imbuhnya, mereka sangat antusias karena simulasi tersebut merupakan hal baru. Terlebih, sebelumnya belum pernah diadakan sosialisasi dan simulasi mengenai bencana.

Banyak hal menarik yang terjadi ketika proses pengajaran tersebut berlangsung. Bagi Iqbal sendiri, hal yang sangat berkesan adalah bahwa terdapat banyak sekali perbedaan ketika dirinya mengajari orang dewasa dan ketika mengajari siswa SD.

“Ini adalah pertama kalinya saya memberikan edukasi kepada adik-adik. Biasanya kami memberikan edukasi kepada orang dewasa yang akan dengan mudah paham. Kalau sama adik-adik, kita harus lebih santai, mengikuti kemauan mereka, dan menghadapi segala tingkah mereka. Ini merupakan suatu tantangan,” ucap Iqbal.

Selain itu, Iqbal juga menyadari bahwa edukasi dini terkait bencana itu sangat penting. Hal ini karena sebelum dia dan tim memberikan sosialisasi & simulasi, banyak sekali adik-adik yang tidak mengetahui tindakan yang tepat untuk dilakukan ketika terjadi bencana. Bahkan, ketika dia menanyakan hal apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, salah seorang siswa menjawab bahwa dia (siswa tersebut) akan pulang ke rumah.

“Dan tentunya, hal itu tentu sangat berbahaya,” pungkas Iqbal.

 

Penulis : Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT