51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Gelar Edukasi Perlindungan Diri di SD Negeri Karangsambigalih

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Kelompok (BBK) 7 Karangsambigalih melaksanakan program kerja bertajuk Edu-Care (Education with Care): Safety Education di Desa Karangsambigalih, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Bertujuan meningkatkan pemahaman batas privasi dan perlindungan diri bagi siswa sekolah dasar, program ini sukses digelar pada Rabu, 13/01/2026 di SD Negeri 1 Karangsambigalih dan Kamis, 14/01/2026 di SD Negeri 2 Karangsambigalih.

Program Edu-Care diselenggarakan melalui metode pembelajaran yang interaktif supaya materi dapat lebih mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi edukatif yang mencakup pengenalan diri, batas privasi, pengenalan emosi, sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta cara bersikap ketika menghadapi situasi yang terasa tidak aman atau tidak nyaman. Materi disusun berdasarkan modul dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan edukatif dan pengerjaan lembar aktivitas untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.

Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kekerasan seksual yang terjadi pada anak. Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual dengan status usia anak mencapai 61,7% dari 34.978 kasus kekerasan seksual pada tahun 2025, dengan 2.146 kasus terjadi di sekolah. Di sisi lain, edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual dirasa belum digiatkan secara serentak di setiap sekolah.

Program Edu-Care sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, Quality Education, karena mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas bagi anak-anak. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDGs poin 5, Gender Equality, melalui edukasi sebagai upaya preventif kekerasan seksual, khususnya terhadap anak perempuan sebagai kelompok rentan, dengan melibatkan seluruh siswa sekolah dasar tanpa bias gender.

Penanggung jawab program, Malikah Qurrota Aini dan Luthfina Tantri Ulayya, menyampaikan, 淜ami ingin anak-anak memiliki kesadaran bahwa diri mereka sangat berharga dan memiliki keistimewaan sehingga diri mereka harus dilindungi dengan sebaik-baiknya. Kami berharap anak-anak dapat mengenali situasi mana yang berbahaya/aman  dan memahami cara menghadapi situasi tersebut

Melalui program Edu-Care, Mahasiswa BBK 7 Karangsambigalih berharap dapat meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai batas pribadi dan perlindungan diri,  sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, positif, dan saling menghargai.

AKSES CEPAT