UNAIR NEWS Rendahnya tingkat literasi kesehatan gigi di masyarakat sering kali menjadi penyebab utama buruknya status kesehatan mulut. Banyak anak belum memahami urgensi perawatan gigi yang benar sejak dini. Merespons tantangan tersebut, mahasiswa 51 (UNAIR) yang tergabung dalam Kelompok 1 dan 2 Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Kalisari menyelenggarakan program Senyuman Manis Setiap Hari. Bertempat di SD Al-Huda, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, kegiatan ini menyasar 30-40 siswa kelas 6 pada Rabu (14/1/2026).
Rangkaian kegiatan Edukasi Berbasis Standar Internasional dirancang sistematis, diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa. Materi edukasi disusun dengan mereferensikan panduan community service oleh American Dental Association guna memastikan validitas informasi. Penanggung Jawab program dari kelompok 2, Yusuf Mulia, menjelaskan substansi materi yang diberikan.
Adapun materi yang kami ajarkan berupa macam-macam gigi dan anatominya, proses terbentuknya karies, dan pentingnya menggosok gigi setiap hari sebanyak dua kali setelah sarapan dan sebelum tidur, ujar Yusuf.
DPL Kelurahan Kalisari, Sri Mustaina Dra MKes, menambahkan bahwa mengingat target sasaran adalah siswa kelas 6 yang sedang memasuki fase pra-remaja, edukasi tidak hanya terbatas pada cara menyikat gigi. Untuk lebih menjelaskan Unair sebagai Kampus Berdampak, Kami juga menekankan bahaya merokok dan mengonsumsi tembakau bagi kesehatan gigi dan mulut, juga risiko kesehatan tubuh secara holistik.
Metode Interaktif dan Menyenangkan dipilih agar materi mudah diterima, mahasiswa menggunakan metode demonstrasi yang menyenangkan. Siswa diajak mempraktikkan cara menyikat gigi menggunakan model phantom gigi serta mencuci tangan dengan benar. Mahasiswa juga memodifikasi lagu anak-anak berisi panduan kebersihan diri untuk memudahkan hafalan. Yusuf berharap metode ini memberikan dampak jangka panjang.
Kami memiliki harapan bahwa nantinya rangkaian kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan adik-adik untuk memperoleh, memahami, menilai, dan menerapkan kebiasaan sesuai dengan informasi kesehatan gigi dan mulut yang diterima, tegas Yusuf.
Kegiatan ditutup dengan post-test dan pembagian bingkisan berupa dental kit, susu pasteurisasi, serta permen xylitol yang efektif melawan karies bagi siswa yang aktif. Melalui program ini, mahasiswa UNAIR turut berkontribusi mendukung pencapaian Kampus Berdampak melalui kegiatan nyata berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin 4 Quality Education, poin 3 Good Health and Well-Being, poin 17 Partnership for goals dalam pemerataan akses edukasi kesehatan.





