51动漫

51动漫 Official Website

Program CEPEK Cembor Layani Kesehatan Lansia Balita, Mendukung SDG 3

Pemberian obat polio oral pada bayi
Pemberian obat polio oral pada bayi

UNAIR NEWS – Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) KKN Kelompok 7 51动漫 melaksanakan kegiatan CEPEK (CEmbor PEduli Kesehatan) melalui kolaborasi dengan Posyandu Desa Cembor. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 08.0010.00 WIB bertempat di Balai Desa Cembor, dan diikuti oleh sekitar 72 peserta yang terdiri atas bayi, balita, lansia, kader Posyandu, serta masyarakat Desa Cembor. Program CEPEK bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan terpadu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya promotif dan preventif di tingkat desa.

Pelaksanaan Posyandu dipimpin oleh Ibu Nur Istiqomah, Ketua Tim Penggerak Posyandu sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cembor. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa BBK KKN 51动漫 sangat membantu kelancaran kegiatan, terutama ketika jumlah kader terbatas. 淢ahasiswa sangat membantu proses pelayanan Posyandu, mulai dari pendataan, pendampingan warga, hingga dokumentasi kegiatan, ungkapnya.

Layanan Posyandu Lansia meliputi registrasi, penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, serta pengecekan gula darah sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular. Dalam kegiatan ini, mahasiswa BBK KKN 51动漫 turut memberikan edukasi singkat mengenai diabetes sebagai penyakit kronis yang berkaitan dengan tingginya kadar gula darah, serta pentingnya menjaga pola makan sehat dan aktivitas fisik. Ibu Syafira, bidan Desa Cembor, menjelaskan bahwa meskipun sebagian lansia memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, kondisi kesehatan warga secara umum masih tergolong aman dan terpantau. Lansia dengan keluhan mendapatkan penanganan lanjutan, sementara warga lainnya tetap diberikan edukasi pencegahan guna menjaga kualitas kesehatan di usia lanjut.

Sementara itu, Posyandu Bayi dan Balita difokuskan pada pemantauan tumbuh kembang melalui pengukuran berat dan tinggi badan serta pemeriksaan perkembangan motorik anak. Ibu Syafira menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus stunting di Desa Cembor, meskipun terdapat beberapa balita dengan kondisi kurus atau bertubuh pendek yang terus dipantau secara berkala. Program imunisasi rutin juga tetap dilaksanakan sesuai jadwal hingga usia 18 bulan sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.

Mahasiswa BBK KKN 51动漫 terlibat aktif dalam pendataan, dokumentasi kegiatan, pendampingan anak-anak, hingga pembagian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau. Melalui kegiatan CEPEK, terjalin sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan pemerintah desa dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cembor.

Penulis: Tim BBK 7 Cembor

AKSES CEPAT