51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 Kurangi Polusi Asap Sampah Desa Sidobogem dengan Incinerator Sederhana

Mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR Melakukan Demonstrasi Penggunaan Incinerator di Desa Sidobogem (Foto: Dok. Pribadi)
Mahasiswa KKN-BBK 7 UNAIR Melakukan Demonstrasi Penggunaan Incinerator di Desa Sidobogem (Foto: Dok. Pribadi)

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di Desa Sidobogem, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Ketiadaan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) membuat warga terbiasa membakar sampah secara terbuka di sekitar rumah, yang menimbulkan asap dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa BBK 7 51动漫 melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pembuatan dan demonstrasi penggunaan incinerator sederhana minim asap. Program ini menyasar 187 kepala keluarga di Desa Sidobogem dan dilaksanakan pada Kamis (22/6/2026). Kegiatan ini merupakan wujud komitmen 51动漫 sebagai Kampus Berdampak dalam menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan masyarakat.

Kegiatan ini secara khusus menyasar SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) sebagai SDGs utama, melalui upaya pengurangan pencemaran udara akibat pembakaran sampah terbuka yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk.

Incinerator yang dibuat merupakan teknologi tepat guna berbahan hebel (bata ringan) dengan sistem pembakaran tertutup dan saluran udara yang memadai. Desain ini memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, sehingga menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Selain itu, volume sampah dapat berkurang secara signifikan dengan residu berupa abu dalam jumlah relatif kecil.

Selain pembuatan incinerator, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga melakukan demonstrasi langsung kepada warga pada Sabtu (24/6/2026) mengenai cara penggunaan alat serta edukasi pentingnya pengelolaan sampah yang aman dan ramah lingkungan. Edukasi ini mendorong perubahan perilaku masyarakat dari kebiasaan membakar sampah terbuka menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.\

Salah satu warga Desa Sidobogem menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. 淏iasanya kami membakar sampah di halaman dan asapnya mengganggu. Dengan adanya incinerator ini, asapnya jauh lebih sedikit dan lingkungan jadi lebih nyaman, ujar warga setempat.

Program ini juga mendukung SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) sebagai SDGs pendukung. Dampak kegiatan terlihat dari berkurangnya praktik pembakaran sampah secara terbuka, yang berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas udara dan penurunan risiko gangguan pernapasan. Dengan demikian, kegiatan ini berperan dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih sehat dan sejahtera.

Penulis: Sellen Seselia dan Feril Nugroho

AKSES CEPAT