51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK-7 UNAIR Berikan Edukasi Bercocok Tanam Guna Mewujudkan SDGs

Edukasi cara penanaman bibit dan perlindungan lingkungan oleh Tim BBK 7 UNAIR
Edukasi cara penanaman bibit dan perlindungan lingkungan oleh Tim BBK 7 UNAIR (dok. tim)

UNAIR NEWS-Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya merawat lingkungan masih sangat minim di kelurahan Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Merespons problematika tersebut, mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 (UNAIR) mengambil peran dengan menggelar program bertajuk BERSEMI. BERSEMI atau Bercocok Tanam Sehat dan Mandiri merupakan edukasi bercocok tanam yang ditujukan pada siswa SDN 2 Jubel Kidul. Berlangsung pada Sabtu (24/1/2026), program BERSEMI berhasil memperoleh sambutan baik dari pihak sekolah. 

Program BERSEMI dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Jubel Kidul yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani. Melihat kondisi itu, Tim BBK 7 UNAIR menilai adanya urgensi untuk mengajarkan cara bercocok tanam sejak dini. 

淜elurahan Jubel Kidul merupakan daerah yang sangat mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber pemasukan dari warga desa, sehingga sangat penting bagi anak usia dini untuk setidaknya melakukan edukasi mengenai cara bercocok tanam. Meskipun pada akhirnya anak-anak ini memiliki impian yang lain, mereka tidak boleh melupakan asal-usul atau grassroot mereka, jelas Nathan selaku ketua pelaksana kegiatan. 

Pemberian Edukasi dan Praktik Langsung 

Sebagai pembuka, program BERSEMI memberikan edukasi berupa materi tentang pentingnya bercocok tanam serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Tim BBK 7 menjelaskan urgensi adanya upaya penghijauan, yaitu untuk memperbaiki kualitas udara, mengurangi efek rumah kaca, dan memperindah lingkungan. Materi selanjutnya meliputi cara pembibitan agar tanaman tumbuh dengan baik. 

淭idak semua tanaman sama karena memiliki cara pertumbuhan yang berbeda. Untuk melakukan pembibitan yang baik ada tiga cara. Pertama, memperhatikan kualitas bibit yang tergolong ke kategori unggul. Kedua, memberikan pencahayaan yang cukup sehingga memungkinkan proses fotosintesis. Terakhir, memberikan pengairan yang cukup sesuai bibit yang ditanam, jelas Nathan saat memaparkan materi. 

Tidak berhenti pada pemberian edukasi, program BERSEMI juga dirancang untuk mengimplementasikan langsung proses penanaman bibit. Tim BBK 7 melakukan demo cara menanam kangkung yang benar. Demo ini dilanjutkan dengan praktik langsung oleh para siswa dengan perlengkapan yang sudah disediakan. 

Melalui program BERSEMI, tim BBK 7 turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yakni Good Health and Well-Being. Hal ini sebab kangkung yang ditanam berpotensi menjadi sumber nutrisi jika dikonsumsi masyarakat. Tidak hanya itu, program ini juga berkontribusi pada SDGs ke-15, Life on Land, karena mendukung perlindungan ekosistem daratan. 

Berita ini mendukung SDGs ke-3 dan 15, yaitu Good Health and Well-Being dan Life on Land. 

Penulis: Eugenius Nathaniel Christoffany 

Tag: #BBKUniversitasAirlangga #Edukasi #BERSEMI #BercocokTanam #JubelKidul #SDGs3 #GoodHealthandWell-Being #SDGs15 #LifeonLand

AKSES CEPAT