UNAIR NEWS – Salah satu Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan Program Kerja EDUPAR (Edukasi Parenting) sebagai kegiatan edukasi parenting yang disampaikan oleh Ibu Valina Khiarin Nisa, S. Psi., M. Sc bagi siswa-siswa SD/sederajat di Desa Kramat, Kabupaten Gresik, pada hari Senin (19/01/26). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua dan kesadaran anak dalam mencegah bullying serta menciptakan lingkungan yang aman dan positif.
Kelompok BBK 7 Desa Kramat terdiri dari 9 mahasiswa lintas ilmu. Yakni, Nashwa Putri Rahmadani (Ilmu Sejarah), Nabilla Ratusyawal Masitha (Ilmu Informasi dan Perpustakaan), Grace Yobela Wijaya (Akuakultur), Auliya Mar檃tus Sholekhah (Rekayasa Nanoteknologi), M. Zidan Maulana (Teknik Industri), Andhika Duta Pandyatama (Teknologi Hasil Perikanan), Tanaya Ivanka Odelia Elisa (Ilmu Ekonomi), Irma Dwi Praminiarti (Manajemen Perkantoran Digital), Adriano Oktareza Firmansyah (Ekonomi Islam).
Targetkan Poin SDGs 3 dan SDGs 4
Pada Program Kerja EDUPAR, perilaku bullying dan masalah kesehatan mental anak masih menjadi isu yang sering ditemui di lingkungan sekolah dasar. Selain keterlibatan orang tua dalam menjaga dan mendampingi anak, kurangnya pemahaman anak tentang bullying dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak. Oleh karena itu, kelompok BBK 7 berupaya memberikan hal-hal edukasi untuk membantu wali murid belajar mengenai parenting terhadap anak-anak.
Edukasi parenting diberikan kepada wali murid dengan fokus pada ketahanan keluarga dan manajemen stres. Materi tersebut membahas definisi stres dalam keluarga, sumber stres internal dan eksternal, serta bagaimana stres berdampak pada kondisi emosional, perilaku, dan kesehatan mental anggota keluarga. Selama kegiatan berlangsung, wali murid dan siswa-siswi terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat memberikan materi edukasi parenting. Salah satu wali murid peserta kegiatan, Bu Yuli, bertanya mengenai materi yang disampaikan, 淏agaimana cara mengatasi anak tantrum ketika dibatasi bermain ponsel. Interaksi aktif antara wali murid diharapkan mampu menumbuhkan cara mengelola stres dan cara parenting terhadap anak.
Oleh karena itu, materi tersebut mencakup definisi bullying, jenis-jenisnya (fisik, verbal, sosial, dan online), efeknya, dan apa yang dapat dilakukan jika mengalami atau menyaksikan bullying. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being) dan SDGs 4 (Quality Education) melalui edukasi kesehatan mental dan pencegahan bullying sejak usia dini.
Penulis : Nashwa Putri Rahmadani dan Nabilla Ratusyawal Masitha





