51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 Selenggarakan Klinik Studi Lanjut di Desa Cungkup

UNAIR NEWS – Pendidikan merupakan pilar utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Menyadari peran penting tersebut, kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas 7 51动漫 membuat program kerja strategis bertajuk “Klinik Studi Lanjut”. Program ini dilaksanakan dengan menyasar siswa kelas XII SMA Nurul Huda yang terletak di Desa Cungkup, kecamata Pucul.

Program ini diadakan sebagai respon atas fenomena rendahnya kepercayaan diri siswa di tingkat pedesaan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Berbagai faktor, mulai dari keterbatasan akses informasi hingga kekhawatiran mengenai beban finansial, seringkali menjadi tembok penghalang bagi siswa berbakat di daerah untuk mengejar cita-citanya.

Kegiatan Klinik Studi Lanjut ini dibuka dengan sesi sosialisasi kolektif yang dilaksanakan di ruang kelas SMA Nurul Huda. Dalam sesi ini, para mahasiswa BBK 7 UNAIR memaparkan materi komprehensif mengenai peta jalan menuju perguruan tinggi. Materi yang disampaikan bukan hanya definisi, melainkan juga panduan teknis mengenai transformasi seleksi nasional yang kini menitikberatkan pada tes literasi dan penalaran matematika.

Dalam sesi sosialisasi tersebut juga dijelaskan secara detail mengenai perbedaan antara jalur SNBP (prestasi), SNBT (tes), serta berbagai jalur Mandiri di berbagai universitas negeri maupun swasta. Fokus utama dalam pemaparan ini adalah memberikan pemahaman bahwa dunia perkuliahan saat ini jauh lebih inklusif. Selain menjelaskan mengenai jalur pendaftaran, juga dijelaskan menegani beberapa beasiswa yang dapat membantu mereka dalam menunjang pendidikan di jenjang Universitas.  

“Masalah utama yang sering kami temukan di lapangan adalah adanya stigma bahwa kuliah hanya untuk mereka yang mapan secara ekonomi. Melalui program 淜linik Studi Lanjut ini, kami hadir untuk meluruskan persepsi tersebut. Kami membedah secara mendalam peluang beasiswa seperti KIP-Kuliah, beasiswa unggulan, hingga skema bantuan dari pihak swasta yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa BBK 7 UNAIR.

Salah satu kegiatan yang dioptimalkan dari program “Klinik Studi Lanjut” ini dibandingkan sosialisasi biasa adalah adanya  sesi konseling individual dan kelompok kecil. Para mahasiswa meyakini bahwa setiap siswa memiliki kendala dan aspirasi yang unik, sehingga tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemaparan umum.

Dalam sesi konseling ini, para siswa diajak untuk melakukan pemetaan minat dan bakat (interest mapping). Siswa kelas XII SMA Nurul Huda tampak antusias melakukan sesi tanya jawab mengenai pemilihan program studi yang linier dengan bakat mereka namun tetap memiliki prospek kerja yang menjanjikan di masa depan.

Mahasiswa BBK 7 UNAIR berperan sebagai mentor sekaligus teman diskusi. Mereka berbagi pengalaman pribadi mengenai realitas kehidupan kampus, cara mengatur waktu, hingga tips bertahan hidup sebagai mahasiswa rantau. Pendekatan “kakak-adik” ini terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi transisi pasca-kelulusan SMA.

Sinergi untuk Pembangunan Desa

Respon positif datang dari pihak sekolah dan perangkat Desa Cungkup. Pihak sekolah SMA Nurul Huda menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan perspektif baru yang lebih segar bagi para siswa. “Motivasi yang diberikan oleh kakak-kakak mahasiswa sangat berarti. Informasi yang dibawa sangat bermanfaat dan sangat membantu guru bimbingan konseling kami dalam mengarahkan siswa,” ungkap salah satu guru senior di SMA Nurul Huda.

Dengan terlaksananya Klinik Studi Lanjut ini, kelopok mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap dapat menciptakan efek domino positif. Jika angka partisipasi kuliah di Desa Cungkup meningkat, maka di masa depan akan lahir intelektual-intelektual muda yang mampu kembali ke desa untuk melakukan inovasi dan pembangunan daerah.

Program ini ditutup dengan komitmen paramahasiswa untuk terus membuka jalur komunikasi melalui grup pendampingan daring ataupun komunikasi pribadi secara daring, sehingga siswa tetap dapat berkonsultasi mengenai proses pendaftaran universitas meskipun masa KKN telah berakhir. Melalui langkah nyata ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun mimpi dan kapasitas intelektual generasi penerus bangsa.

Penulis: BBK 7 Cungkup

AKSES CEPAT