Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas 7 (BBK 7) 51动漫
melaksanakan program TOGA HITS (Toga Hijau, Indah, Tertata, dan Sehat) sebagai upaya
menghidupkan kembali taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di desa Sidobangun,
Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Program ini menjadi langkah nyata dalam
memperkuat kesehatan masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan TOGA HITS menyasar 25 orang, yang terdiri dari perangkat desa, ibu-ibu
PKK, dan mahasiswa BBK 7 51动漫. Permasalahan yang dihadapi masyarakat
sebelumnya adalah kondisi taman TOGA yang kurang terawat, sehingga pemanfaatannya
sebagai sumber tanaman obat keluarga tidak optimal. Padahal, TOGA memiliki peran penting
sebagai alternatif pemeliharaan kesehatan masyarakat secara mandiri.
Sebagai upaya penyelesaian permasalahan tersebut, mahasiswa BBK 7 Universitas
Airlangga berkolaborasi dengan masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan utama, meliputi
pembersihan area taman TOGA, pengecatan ulang pot dan sarana pendukung, penataan
tanaman obat, serta penanaman bibit TOGA baru. Kegiatan ini turut dilengkapi dengan
pembuatan buku saku tanaman TOGA dan pembuatan hiasan taman berbahan sampah plastik
daur ulang sebagai bentuk edukasi pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu perwakilan perangkat desa, Ibu Evin, menyampaikan bahwa program ini
memberikan perubahan nyata bagi lingkungan desa. 淪ebelumnya taman TOGA jarang
dimanfaatkan karena kurang terawat. Setelah adanya pendampingan dari mahasiswa BBK 7,
taman menjadi lebih rapi dan warga mulai kembali merawat serta memanfaatkan tanaman
obat, ujarnya.
Dampak dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk
menjaga dan memanfaatkan TOGA, bertambahnya variasi tanaman obat, serta terciptanya
lingkungan taman yang bersih dan tertata. Revitalisasi TOGA juga mendorong masyarakat
untuk kembali menggunakan tanaman herbal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan
keluarga.
Program TOGA HITS sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
melalui penguatan pemanfaatan tanaman obat keluarga, serta didukung oleh SDGs 17
(Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa,
dan ibu-ibu PKK. Pendekatan partisipatif ini dinilai efektif dalam mendorong keberlanjutan
program kesehatan berbasis masyarakat.
Sejalan dengan kajian pengabdian masyarakat oleh Rosita dkk. (2024) dan studi
literatur Yani & Susilawati (2023), keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan TOGA
terbukti mampu meningkatkan pemanfaatan tanaman obat keluarga serta memperkuat
kemandirian kesehatan masyarakat desa.





