UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) KKN 51 menginisiasi program SI JELITA (Sabun darI JELantah kITA) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus penguatan ekonomi masyarakat Desa Cembor. Program ini mengintegrasikan pendekatan edukatif dan praktik langsung untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk sabun cair yang aman, bernilai guna, dan ramah lingkungan.

Gambar 1. Edukasi dan demonstrasi pembuatan sabun kepada ibu-ibu PKK Desa Cembor
Kegiatan SI JELITA dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Cembor, dengan sasaran utama ibu-ibu PKK. Sebanyak ±18 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemaparan mengenai dampak kesehatan dari penggunaan minyak jelantah berulang serta risiko pencemaran lingkungan apabila limbah minyak dibuang sembarangan. Selanjutnya, mahasiswa BBK memberikan penjelasan teknis tahapan pembuatan sabun cair dari minyak jelantah yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun secara langsung bersama peserta.

Gambar 2. Praktik bersama pembuatan sabun oleh peserta kegiatan.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga dibekali leaflet panduan pembuatan sabun serta pengenalan dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai gambaran awal apabila produk dikembangkan menjadi usaha rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan.

Gambar 3. Pemaparan HPP pembuatan sabun dari minyak jelantah
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK Desa Cembor menunjukkan ketertarikan untuk mempraktikkan pembuatan sabun dari minyak jelantah secara mandiri di rumah masing-masing, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai peluang pengembangan usaha sederhana.
Ibu Tutut, Kader PKK Desa Cembor, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi masyarakat. Selama ini minyak jelantah biasanya dibuang atau dijual dengan harga murah. Melalui pelatihan ini, kami jadi mengetahui bahwa minyak jelantah masih bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat, ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Ibu Istikaroh, Wakil Sekretaris PKK Desa Cembor, menilai program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Selain pengolahan limbah, kegiatan SI JELITA juga dipadukan dengan edukasi perilaku hidup bersih melalui praktik mencuci tangan yang ditujukan kepada anak-anak PAUD dan TK di Desa Cembor dengan jumlah peserta sekitar 20 anak. Edukasi ini bertujuan menanamkan kesadaran menjaga kebersihan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif lintas usia, program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kualitas hidup masyarakat Desa Cembor.

Gambar 4. Pembiasaan cuci tangan sejak usia dini
Pernyataan SDG:
Berita ini mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Tag:
#SDG6 #SDG8 #SDG17 #SDGsUNAIR
Penulis : cembor.bbk7unair





