51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Bina Potensi Anak RW 03 Manyar Sabrangan Surabaya

Kelompok 2 BBK 7 51动漫 Manyar Sabrangan II melaksanakan program kerja edukatif berupa kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur檃n (TPQ) dan pelatihan bela diri bagi anak-anak setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ Masjid Al-Hadist, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi generasi muda.

Implementasi Ilmu yang Berdampak

Program TPQ difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur檃n secara tartil dan benar sesuai kaidah tajwid dan peningkatan kemampuan membaca Iqro. Anak-anak dibimbing secara intensif oleh mahasiswa BBK 7 melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan minat belajar serta kepercayaan diri anak dalam membaca Al-Qur檃n dan Iqro. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan religius, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan akhlak yang baik sejak usia dini.

Kegiatan TPQ dan bela diri ini melibatkan anak-anak setempat sebagai peserta utama dan dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan langsung dari mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari capaian indikator keberhasilan, di mana sekitar 80% peserta telah mampu membaca Al-Qur檃n dengan lebih tartil serta melakukan gerakan dasar pencak silat dengan baik dan benar.

Program kerja ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan nonformal bagi anak-anak, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai positif dalam diri generasi muda.

Apresiasi Proses Belajar

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, hasil pembelajaran TPQ dan bela diri ditampilkan dalam acara 淪ahabat UMKM yang diselenggarakan pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Balai RW 03 Manyar Sabrangan. Dalam acara tersebut, anak-anak menampilkan kemampuan membaca Al-Qur檃n secara tartil serta menampilkan gerakan pencak silat sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah mereka jalani.

Antusiasme peserta terlihat dari kesan yang disampaikan anak-anak setelah penampilan. Aqilla, salah satu peserta bela diri, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena menjadi pengalaman pertamanya belajar bela diri. 淪aya senang diajari bela diri. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti latihan bela diri, dan kedepannya saya ingin menampilkan gerakan bela diri ini saat ada lomba di sekolah, ujarnya. 

Sementara itu, Almira, peserta TPQ Tartil, juga menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan tersebut. 淪aya senang diajari tartil karena jadi tahu bahwa membaca Al-Qur檃n memiliki berbagai nada. Ini juga merupakan pengalaman pertama saya mendapatkan pembelajaran tartil, ungkapnya.

Harapan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 51动漫 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan potensi anak-anak di lingkungan Manyar Sabrangan. Program TPQ dan bela diri ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pendidikan dan pelestarian budaya lokal di tengah masyarakat.

Penulis: BBK 7 Manyar Sabranan 2

AKSES CEPAT