51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Bedanten

Teks Foto: Mahasiswa BBK 7 51动漫 memberikan sosialisasi pemilahan sampah kepada Ibu PKK Desa Bedanten melalui program SIGAP SAMPAH sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan pencapaian SDGs.
Teks Foto: Mahasiswa BBK 7 51动漫 memberikan sosialisasi pemilahan sampah kepada Ibu PKK Desa Bedanten melalui program SIGAP SAMPAH sebagai upaya mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan pencapaian SDGs. (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa yang tergabung dalam Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) menginisiasi program lingkungan bertajuk SIGAP SAMPAH (Sinergi Gerakan Pemilahan Sampah) di Desa Bedanten. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai kunci pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pemutaran video edukasi pemilahan sampah yang disampaikan kepada perwakilan Ibu PKK dan Ibu RT Desa Bedanten (26/01/2026). Sosialisasi tersebut menekankan bahwa pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumber dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena lingkungan bersih berkontribusi langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa BBK 7 juga melakukan edukasi berbasis visual melalui pemasangan papan informasi umur sampah di TPS 3R Bedanten. Media edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan. Kegiatan edukatif tersebut mendukung SDGs nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan pengetahuan praktis dan kontekstual kepada masyarakat.

Sekretaris Desa Bedanten, Ubaidillah, menyampaikan bahwa pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi faktor paling vital dalam sistem pengelolaan sampah. 淛ika sampah sudah terpilah dari rumah, setidaknya 50 persen proses pengolahan di TPS sudah selesai. Ini membuat biaya dan waktu operasional menjadi lebih efisien, ujarnya.

Hal tersebut berkaitan dengan SDGs nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena membantu menciptakan sistem kerja yang lebih efektif dan manusiawi bagi petugas TPS 3R.

Sebagai bentuk implementasi nyata, mahasiswa BBK 7 menetapkan RT 9 sebagai RT percontohan dengan melakukan pembagian tempat sampah organik dan brosur edukasi kepada warga (26/01/2026). TPS 3R Bedanten juga menerima kunjungan Manager CSR PT Freeport Indonesia, yang menjadi momentum penguatan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra eksternal. Kolaborasi ini mencerminkan implementasi SDGs nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui program SIGAP SAMPAH, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap pemilahan sampah dapat menjadi budaya baru di Desa Bedanten, dengan tagline 淪ampahmu Tanggung Jawabmu, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas petugas TPS, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Penulis: Tim BBK Desa Bedanten

AKSES CEPAT