51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa BBK UNAIR Perkuat Etika Siswa Melalui Empat Kata Ajaib

UNAIR NEWS – Pembentukan generasi masa depan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan individu dalam membangun relasi sosial.  Anak yang unggul secara intelektual namun lemah dalam keterampilan sosial berisiko mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Pembiasaan etika berbahasa sejak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter sosial anak.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, Mahasiswa Belajar  Bersama Komunitas 7 (BBK 7) 51动漫 menginisiasi program GENCER (Generasi Cerdas, Empati, dan Respek) untuk menumbuhkan budaya komunikasi yang santun dan berempati.

Program GENCER melibatkan  350 siswa. Program tersebut dilaksanakan bertahap di empat sekolah tingkat dasar di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, yaitu MI Infarul Ghoy pada 13 Januari 2026, SDN 1 Tritunggal pada 14 Januari 2026, MI Muhammadiyah 06 pada 19 Januari 2026, dan terakhir ditutup dengan kegiatan di SDN 2 Tritunggal pada 20 Januari 2026.

Materi utama yang disampaikan berfokus pada pembiasaan penggunaan empat kata ajaib, yaitu permisi, tolong, maaf, dan terima kasih, sebagai representasi perilaku berbahasa yang santun dan berempati. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui penjelasan konseptual, penayangan video animasi berupa nyanyian yang berkaitan dengan penggunaan empat kata ajaib, serta permainan 淜otak Ajaib. Dalam permainan tersebut, siswa diajak menganalisis dan mengklasifikasikan gambar sesuai dengan penggunaan empat kata ajaib yang tepat, sehingga siswa tidak hanya memahami secara teoritis, tetapi juga kontekstual.

Program GENCER  mendapatkan sambutan hangat dari para siswa, misalnya saja Muhammad Uwais Shiha, salah satu siswa kelas 4 MI Muhamadiyah 06, 淧elajarannya menyenangkan dengan kakak yang mengajar empat kata ajaib, kakaknya sangat baik dalam  bermain dan belajar bersama kita hari ini. Ungkapnya kepada kami.

Melalui metode interaktif dan pembiasaan langsung, siswa mulai mampu mengidentifikasi situasi penggunaan empat kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan mahasiswa pengajar mengamati meningkatnya keberanian siswa untuk mempraktikkan empat  kata ajaib tersebut selama kegiatan berlangsung, baik saat berinteraksi dengan teman sebaya maupun kakak pendamping.

Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa BBK 7 UNAIR dengan pihak sekolah juga mencerminkan implementasi SDGs 17 (Partnerships for the Goals) dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

AKSES CEPAT