UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis () 51动漫 (UNAIR), Ade Ferdian antusias mengikuti Astra Honda Motor (AHM) Business Case Competition: GEAR 2025. Selama lebih dari satu bulan berproses dalam kompetisi, perjuangan bersama timnya membuahkan hasil. Ia menjadi 2nd Runner Up saat pengumuman grand final yang dilaksanakan di Menara Astra, Jakarta, pada Sabtu (22/112025).
Bersama timnya, Ade mengupas masalah pada sistem pengolahan sampah makanan perusahaan yang belum optimal. Solusi yang ia usung tertuang dalam FRESH: Food Waste Reduction & Sustainability for Astra Honda Motor driven by Data, Insights, and Collective Empowerment.
淚ni merupakan solusi kami atas permasalahan food waste di AHM. Kami merancang solusi komprehensif. Mulai dari teknologi dan infrastruktur, kemitraan pengelolaan sampah sehingga mendukung tujuan zero waste to landfill, hingga bagaimana membawa behavior karyawan agar lebih menjunjung penerapan nilai sustainability, ujar Ade.
Soroti Aspek Operasional dan SDM
Di sisi operasional, Ade bersama timnya mengusulkan penerapan layanan dari Winnow yang menggunakan computer vision untuk mendeteksi jenis sampah. Kemudian mengembangkan sistem tap ID yang mencatat pilihan menu karyawan hingga menghasilkan suatu data. Data tersebut diintegrasikan untuk memprediksi kebutuhan makanan secara lebih akurat. Sehingga produksi kantin tidak berlebihan dan menghindari penyediaan menu yang tidak populer atau kurang diminati.
Pada aspek sumber daya manusia, tim Ade membangun budaya keberlanjutan melalui kompetisi positif dan memberikan ruang bagi seluruh karyawan untuk menyuarakan serta mengimplementasikan ide-ide sustainability-nya. 淒engan pendekatan ini, kami ingin menciptakan sistem kantin yang lebih efisien, bertanggung jawab, dan mendukung visi AHM menuju zero waste to landfill, jelasnya.
Jadikan Proses sebagai Pengalaman
Selama berkompetisi, Ade memiliki mentor dari dua kakak tingkatnya, yaitu Alya dan Novel. Kemudian, selama GEAR, tim Ade juga didampingi mentor dari AHM. Ia menyampaikan banyak mendapat pengalaman dari kompetisi tersebut. Ia bangga dapat bertemu dengan orang-orang hebat di balik AHM. Para mahasiswa yang luar biasa, hingga CEO suatu perusahaan Clean-Tech yang memperluas pandangannya.
淭erutama melihat langsung dari hasil perhitungan yang saya lakukan, bahwa food waste bisa berdampak pada kerugian yang cukup signifikan bagi perusahaan. Selain itu, bertemu dengan rekan-rekan yang kompeten di bidang masing-masing, membuat tim saya dapat menyelesaikan solusi atas kasus food waste ini dengan baik. Bahkan di tengah kesibukan kami masing-masing, imbuhnya.
Ade berharap agar solusi yang timnya tawarkan mampu menjadi referensi AHM dalam mencapai perusahaan berkelanjutan dengan biaya efisien. Namun, tetap berdampak positif bagi lingkungan. Ke depan, ia berharap agar banyak anak muda menjunjung nilai keberlanjutan dalam hidup dan pekerjaan mereka dan banyak perusahaan semakin berkomitmen secara nyata terkait ESG.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





