UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Kali ini, tiga mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Gigi (). Tim yang terdiri dari Akmal Umara Adli, Brian Limantoro, dan Hanif Azzikri Hidayatullah berhasil meraih juara II dalam cabang lomba literature review pada ajang National Dentistry Hang Tuah Scientific Competition (NDHSC). Dalam kompetisi yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Surabaya, pada Sabtu (17/05/2025) tersebut, mereka mengangkat kajian terapi periodontitis.
Topik 淐RISPR sebagai Terapi Gen Non-Invasif untuk Perawatan Periodontitis Kronis tersusun dalam bentuk systematic review tersebut menjadi respons atas tingginya prevalensi periodontitis di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data WHO, terdapat lebih dari satu miliar kasus periodontitis secara global. Sementara Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat angka 74,1 persen masyarakat Indonesia mengalami kondisi serupa.
淭ingginya prevalensi periodontitis memerlukan perhatian yang mendalam. Apalagi dengan adanya kesenjangan pada perawatan yang selama ini dianggap sebagai gold standard. Karena itu, kami meninjau pilihan perawatan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, jelas Hanif.
Tinjau CRISPR sebagai Terapi Masa Depan
Dalam penyusunan literature review, tim menggunakan kerangka kerja PICOS yang merujuk pada pedoman PRISMA 2020. Proses pencarian data dilakukan secara menyeluruh melalui database PubMed, Science Direct, dan Scopus. Kemudian berlanjut dengan seleksi manual menggunakan spreadsheet Excel selama kurang lebih enam bulan.
Tim menemukan adanya research gap penting, yaitu belum adanya terapi gen yang bersifat non-invasif untuk menangani periodontitis kronis. Di sinilah teknologi CRISPR (Clustered Repeated Interspaced Short Palindromic Sequences), yang sebelumnya sukses digunakan dalam terapi HIV/AIDS, dinilai memiliki potensi besar sebagai inovasi baru dalam dunia kedokteran gigi. 淜ami optimis CRISPR dapat menjadi salah satu terobosan yang unggul dan relevan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam perawatan periodontitis, tambah Hanif.
Kontribusi terhadap Ilmu dan Praktik Klinis
Hasil telaah dari literature review ini harapannya dapat menjadi referensi data sekunder yang mendukung penelitian primer dalam bidang kedokteran gigi. Tidak hanya memberikan landasan teoritis, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan terapi gen non-invasif yang aplikatif secara klinis.
淜ami berharap ke depannya, akan ada studi lebih lanjut mengenai potensi implementasi teknologi CRISPR dalam pengobatan periodontitis. Kami juga berharap teknologi ini dapat diimplementasikan dalam pengobatan periodontitis dalam waktu dekat, ujar Hanif.
Tantangan dan Pembelajaran
Dalam menyusun literature review, tim juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah proses screening artikel secara manual dalam jumlah besar, serta kesulitan menemukan literatur yang secara spesifik mendukung topik dan memenuhi kriteria inklusi.
Meski demikian, ketiganya merasa proses ini menjadi pengalaman berharga untuk memperdalam literasi ilmiah dan kemampuan berpikir kritis, yang sangat penting bagi calon dokter gigi. 淜ami mendapatkan pengalaman baru yang memperluas cara pandang kami terhadap riset ilmiah. Proses ini benar-benar mengasah keterampilan analisis dan akan sangat berguna saat kami terjun langsung ke dunia klinis maupun akademik nantinya, tutup Hanif.
Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Yulia Rohmawati





