51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa FPK UNAIR Raih Gelar Juara SINEPA 2026, Gagas Inovasi Bioflocsmart Guna Atasi Overfishing

Chelsea Hani Marcelia Sundawa, Mahasiswa FPK UNAIR, inisiator Bioflocsmart: Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos). (Foto: Narasumber)
Chelsea Hani Marcelia Sundawa, Mahasiswa FPK UNAIR, inisiator Bioflocsmart: Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos). (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS “ Eksploitasi sumber daya laut yang berlebihan atau overfishing di Indonesia telah menjadi tantangan struktural yang berdampak serius pada stabilitas ekosistem laut. Menanggapi isu tersebut, Chelsea Hani Marcelia Sundawa, mahasiswa program studi Teknologi Hasil Perikanan, memiliki inovasi brilian. Ia menginisiasi sebuah solusi teknologi berkelanjutan bertajuk “Bioflocsmart: Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos) Berbasis Intensif sebagai Strategi Pengendalian Overfishing dan Penguatan Ekonomi Perikanan Berkelanjutan di Indonesia Era Bio Society 5.0″.

Melalui gagasan visioner ini, Chelsea sukses meraih predikat Juara 3 kategori esai dalam ajang nasional Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award 2026 yang persembahan dari lembaga SINEPA dengan melibatkan lebih dari 120 instansi di seluruh Indonesia.

Respon Terhadap Krisis Overfishing Nasional

Inovasi Bioflocsmart lahir sebagai respon atas data keprihatinan yang menunjukkan adanya kerugian negara lebih dari Rp 13 triliun akibat praktik penangkapan ikan ilegal dan tidak teratur sepanjang tahun 2020 hingga 2025. Chelsea mengamati fenomena di kawasan pesisir, seperti Pantai Kenjeran, di mana nelayan sering kali melakukan penangkapan ikan secara berlebihan. Hal itu menyebabkan penurunan stok ikan dan memaksa nelayan melaut lebih jauh dengan biaya operasional yang membengkak.

“Kita tidak bisa sekadar melarang nelayan melakukan overfishing tanpa memberikan solusi alternatif. Oleh karena itu, saya menawarkan teknologi Bioflocsmart, khususnya untuk budidaya ikan bandeng. Itu agar pemanenan ikan dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus mengeksploitasi laut secara berlebihan,” jelas Chelsea

Kondisi ini menjadi semakin parah dengan merosotnya kontribusi sektor perikanan terhadap PDB nasional yang semula berada di angka 7-8% menjadi hanya sekitar 2-3% akibat dampak overfishing yang tidak terkendali.

Keunggulan Teknologi Bioflocsmart dalam Budidaya

Melalui Bioflocsmart, Chelsea menawarkan sistem budidaya ikan bandeng yang mampu mengubah limbah organik menjadi pakan alami kaya protein. Sehingga dapat menekan biaya produksi hingga 30-50% dengan tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 80-90%.

Teknologi ini dirancang untuk mentransformasi nelayan menjadi pembudidaya yang lebih resilien terhadap fluktuasi musim tangkap di era Bio Society 5.0. Dengan stabilnya pasokan ikan melalui budidaya intensif ini, ketergantungan pasar terhadap hasil tangkapan laut dapat berkurang secara signifikan, sehingga membantu menjaga keseimbangan populasi ikan di perairan Indonesia.

Kontribusi Nyata Bagi Ekonomi Pesisir

Selain aspek ekologis, inovasi ini memberikan efek berlipat ganda bagi ekonomi masyarakat pesisir. Efeknya melalui diversifikasi pendapatan yang lebih stabil dibandingkan penangkapan ikan musiman yang berisiko. Harapannya, hal ini mampu menekan angka kemiskinan di keluarga nelayan dengan menyediakan sumber produksi alternatif yang berkelanjutan.

Chelsea mengaku menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam manajemen waktu. Proses penyusunan ide hingga menjadi karya utuh memakan waktu sekitar satu bulan di tengah padatnya jadwal perkuliahan semester empat. “Tantangannya lebih ke faktor waktu karena tugas kuliah sedang padat-padatnya. Namun, berbekal pengalaman sebelumnya dalam lomba teknologi perikanan, saya optimis ide ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi permasalahan perikanan di Indonesia,” ungkap Chelsea.

Meski harus menuntaskan karya di tengah padatnya jadwal kuliah semester empat, Chelsea berharap langkah konkret ini dapat menjadi pilar penting bagi kedaulatan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir di masa depan. Chelsea mengaku menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam manajemen waktu. Proses penyusunan ide hingga menjadi karya utuh memakan waktu sekitar satu bulan di tengah padatnya jadwal perkuliahan semester empat.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT