51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FTMM Magang dan Ikut Penelitian di Pusat Riset BRIN

Potret mahasiswa FTMM saat magang di BRIN, Leonardo, Asany, Farid, dan Arya (kiri ke kanan). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Potret mahasiswa FTMM saat magang di BRIN, Leonardo, Asany, Farid, dan Arya (kiri ke kanan). (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) senantiasa memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam program Kampus Merdeka untuk mempersiapkan karier yang komprehensif. Seperti halnya mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) angkatan 2020 Asany Herdiana, Leonardo Fajar, Arya Bima, dan Muhammad Farid. Mereka tengah magang pada Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) sejak Agustus hingga November mendatang.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan untuk membantu institusi pendidikan tinggi mengembangkan dan menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan program ini untuk meningkatkan kualitas dan relevansi perguruan tinggi sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing nasional.

Keempat mahasiswa TRKB tersebut magang di salah satu lembaga pemerintahan non-kementerian. Yakni, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung. Perwakilan mahasiswa PK-KM di BRIN, Asany Herdiana menyampaikan alasannya memilih magang di perusahaan ini. Ia tertarik mempelajari dunia riset secara lebih mendalam.

淢agang yang kami lakukan di pusat riset ini linear dengan pelajaran pada prodi. Sehingga yang kami dapatkan selama magang dapat meningkatkan kompetensi sebagai lulusan prodi TRKB, tutur mahasiswa itu.

Menggapai Cakrawala dalam Dunia Riset

Pada PK-KM, mahasiswa yang akrab disapa Asany itu terlibat dalam dua topik riset. Yaitu smart farming dan smart gripper bersama dengan rekannya. Dalam smart farming, ia bertugas mengerjakan pemberian otomatis pada tanaman cabai dengan algoritma reinforcement learning. Sedangkan dalam smart gripper, ia bertanggung jawab dalam pengerjaan smart gripper berbasis sensor tactile untuk klasifikasi buah-buahan dengan algoritma machine learning tanpa bantuan kamera.

淜ami melakukan interfacing sensors, programming, dan simulasi algoritma reinforcement learning dalam environment komputer pada riset smart farming dan pada riset smart gripper, kami membuat beberapa desain CAD, rangkaian elektronika, hingga pengambilan dataset, jelas Asany.

Mengarungi lautan pengetahuan di BRIN, Asany menemukan beberapa tantangan yang menumbuhkan skill self-learning andal, hingga menjelajahi berbagai sumber jawaban untuk menemukan solusi. Berkat semangat dan kerja kerasnya, ia yakin dapat menuntaskan proyek yang diberikan.

淏anyak sekali manfaat yang saya dapatkan dalam magang PK-KM ini. Salah satunya menambah relasi dengan pegawai industri, sehingga membuka peluang kerja di masa mendatang. Selain itu, mahasiswa mendapatkan hak konversi sebesar 20 SKS serta mendapatkan dukungan finansial berupa uang saku dan akomodasi, ucap Asany pada akhir sesi wawancara. (*)

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT