51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Keperawatan UNAIR Berikan Pertolongan Hipotermia di Jalur Pendakian Gunung Arjuno

Potret Mahasiswa Keperawatan UNAIR Saat Beri Pertolongan Kepada Salah Seorang Pendaki yang Terkena Hipotermi (Sumber: Galih)

UNAIR NEWS Bukan hanya menyalurkan hobi mendaki gunung. Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR turut mengimplementasikan keilmuannya dalam upaya pertolongan pertama kegawatdaruratan pendakian. Hal itu Galih Indhiantoro, Zakiyah Nur Amalah, Elen Fitriani, dan Atita Damayanti Kusawa lakukan saat pendakian di Gunung Arjuno.

淛adi saat saya sedang memasak di tenda, ada pendaki lain yang meminta izin untuk beristirahat di tenda. Karena ada yang terkena hipotermia, tutur Galih saat wawancara UNAIR NEWS, Selasa (30/05/2023).

Lebih lanjut, mahasiswa keperawatan itu menuturkan bahwa korban mengaku mengalami gejala asam lambung yang kambuh sejak berangkat. Namun, lanjutnya, mereka tetap mencoba untuk melanjutkan pendakian hingga akhirnya di pertengahan jalan harus berhenti karena mengalami hipotermia.

淜orban datang dengan kondisi tubuh yang menggigil, untuk menjaga tubuhnya agar tetap hangat kita selimuti korban dengan sleeping bag dan kita beri makanan dan minuman hangat untuk memulihkan suhu tubuhnya. Kita juga lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital korban, tekanan darahnya memang cukup tinggi saat itu,” imbuh Galih.

Persiapan Pendakian Bagi Pemula

Mendaki adalah sebuah hobi yang memerlukan persiapan matang. Sebagian pemula bahkan mengikuti open trip mendaki demi menyalurkan hobi ini. Namun tak banyak yang memahami bahwa persiapan fisik dan mental juga perlu agar pendakian dapat berjalan lancar.

Kebanyakan pemula biasanya berangkat tanpa persiapan fisik dan pembekalan yang cukup. Beberapa bahkan ada yang memaksakan diri untuk tetap lanjut meskipun kondisinya kurang fit, padahal hal ini bisa membahayakan diri mereka sendiri.

淢akin tinggi medan pendakian, semakin rendah pula suhu dan kadar oksigen yang didapatkan. Makanya agar tubuh tetap fit, latihan fisik sangat penting disiapkan sebelum mendaki, ucap Galih.

Galih juga menegaskan bahwa selain perbekalan, persiapan medis wajib untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan banyaknya risiko yang dapat terjadi di gunung seperti halnya hipotermia, asma, kejadian luka terbuka, cedera ankle, maupun patah tulang yang harus memerlukan penanganan cepat dan tepat. 

淭idak harus semua alat medis ada, tapi obat-obatan pribadi dan P3K dasar wajib untuk dibawa, pungkasnya.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: Kontribusi Alumnus UNAIR di SEA Games, Capai Target Perolehan Emas Nasional

AKSES CEPAT