UNAIR NEWS– Mahasiswa peserta 6 51动漫(UNAIR)berhasil menciptakan inovasi minuman sehat berbasis potensi lokal bernama Sedu Naga. Produk ini merupakan teh herbal yang terbuat dari kulit buah naga bagian yang selama ini kerap terbuang sia-sia.
Kegiatan ini terlaksana di balai desa Purwoharjo pada Selasa (15/7/2025) sebagai bagian dari program kerja bidang ekonomi yang mengangkat isu pemanfaatan limbah organik dan pemberdayaan ekonomi warga desa. Melalui pendekatan edukatif dan kreatif, mahasiswa mengenalkan bahwa kulit buah naga ternyata mengandung antioksidan tinggi, serat, serta senyawa antiinflamasi yang baik untuk kesehatan.
Urgensi Pembuatan
Nisa selaku penanggung jawab program kerja ini mengungkapkan alasan dibalik program ini. 淏anyak warga di sini menanam dan mengkonsumsi buah naga, tapi kulitnya terbuang begitu saja. Kami melihat peluang untuk mengolahnya jadi teh yang enak dan bermanfaat,” ujarnya.

Mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan teh mulai dari tahap pencucian, pengeringan, hingga penyeduhan kulit buah naga yang biasanya hanya dibuang. Hasil akhirnya adalah teh dengan warna merah keunguan yang khas, rasa yang menyegarkan, dan kaya manfaat kesehatan.
Produk teh “Sedu Naga” ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi. Mahasiswa KKN juga membantu warga dalam merancang analisis ekonomi nya untuk memulai sebuah usaha terutama usaha teh dari kulit buah naga.
Antusiasme Warga
Antusiasme warga tampak jelas dalam pelatihan yang digelar di balai desa. Salah satu peserta, Kader PKK Purwoharjo, Asroniah mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. 淭erima kasih kepada adik-adik UNAIR yang telah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat. Insyaallah akan saya coba di rumah. Semoga bisa menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu untuk membantu ekonomi keluarga, ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK, Yuyun, juga menyambut baik inisiatif ini. 淜ami sangat mendukung inovasi seperti ini. Harapannya, setelah mahasiswa pulang, warga bisa terus mengembangkan teh ini sebagai produk unggulan desa, tutupnya.
Melalui Sedu Naga, KKN bukan hanya menjadi ajang pengabdian sementara, tapi juga meninggalkan jejak yang berdampak jangka panjang. Program ini membuktikan bahwa solusi sederhana dari potensi lokal bisa menjadi langkah besar menuju kemandirian ekonomi dan hidup yang lebih sehat.
Penulis: Tim KKN BBK 6 Desa Purwoharjo
Editor: Yulia Rohmawati





