Di era digital yang menuntut pelaku usaha semakin adaptif, pemasaran online dan pembayaran non-tunai menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar tetap bertahan dan berkembang. Dalam mendukung SDGs poin 8 (Decent Work and Economic Growth), sebagai wujud implementasi Kampus Berdampak, Mahasiswa KKN-BBK 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan kegiatan LARIS – DIGIPAY pada 19 Januari di Kelurahan Sidomukti. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK sebagai peserta utama sekaligus perwakilan yang diharapkan dapat meneruskan informasi kepada anggota PKK lainnya, sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Sekilas Program LARIS揇IGIPAY
Program LARIS – DIGIPAY (Langkah Strategis Pemasaran UMKM dan Digitalisasi Pembayaran UMKM/QRIS) dirancang sebagai kegiatan edukatif yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Materi yang diberikan meliputi teknik foto produk menggunakan HP, pembuatan caption promosi sederhana, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Peserta juga diajak berdiskusi interaktif mengenai tantangan yang sering dihadapi dalam promosi maupun transaksi usaha.
Selain pemasaran, peserta dikenalkan dengan pembayaran digital melalui QRIS. QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standar kode QR pembayaran di Indonesia yang memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran digital digunakan hanya dengan satu kode QR. Kehadiran QRIS penting di era digital karena membuat transaksi lebih cepat, praktis, dan aman tanpa perlu uang tunai maupun kembalian, sekaligus membantu UMKM terlihat lebih profesional.
Ketua PKK Ibu Masita menyampaikan bahwa LARIS- DIGIPAY menjadi langkah praktis untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. 淪aya berharap ibu-ibu PKK tidak hanya memahami materi pemasaran digital dan QRIS, tetapi juga mampu menerapkannya serta membagikan informasi ini kepada anggota PKK lainnya agar manfaatnya lebih luas, ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pre-test dan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pemahaman. Hasil post-test menunjukkan peningkatan nilai dibandingkan pre-test. Peserta juga menerima brosur edukatif sebagai panduan mandiri.
Arah Keberlanjutan Kegiatan
Ke depan, program ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan sederhana serta
kolaborasi dengan pihak kelurahan atau lembaga terkait, sehingga dampaknya semakin luas dan berkelanjutan bagi UMKM di Kelurahan Sidomukti.





