UNAIR NEWS “ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke – 7 51¶¯Âþ (UNAIR) melaksanakan program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang bekerja sama dengan kader Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dilaksanakan dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meningkat di musim hujan.
Kegiatan program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) berlangsung pada tanggal 25 Januari 2026 yang berfokus pada pemeriksaan bak mandi yang terdapat pada rumah warga untuk memeriksa jentik-jentik
yang terdapat di dalam bak mandi tersebut. Mahasiswa KKN BBK Unair bersama Kader setempat
melakukan aksi turun ke rumah warga, memeriksa penampungan air seperti bak kamar mandi.
Jumantik Sebagai Pencegahan DBD
Jumantik merupakan kunci utama dalam pencegahan dan memastikan setiap keluarga melakukan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan melakukan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada salah satu RT Desa Karangkiring dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan memberantas sarang nyamuk secara efektif. Dengan ini, warga Desa Karangkiring dapat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan melaksanakan program tersebut, warga Desa Karangkiring dapat memprioritaskan kebersihan lingkungan agar risiko penyebaran demam berdarah dapat di minimalkan.
Program ini secara spesifik dirancang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 yaitu Good Health and Well-Being. Kegiatan Jumantik (Juru Pemantau Jentik) antar warga tersebut juga mendorong terbentuknya rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya keterlibatan langsung warga, program jumantik diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari kebiasaan hidup bersih dan sehat.
œKami berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan risiko
penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Karangkiring.”
Penulis: Tim BBK 7 Desa Karangkiring





