51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Mahasiswa Pecinta Alam UNAIR Telusuri Jejak Rafflesia di Kawasan Bandealit

Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM WANALA) 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali berekspedisi (Foto: UKM WANALA)
Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM WANALA) 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali berekspedisi (Foto: UKM WANALA)

UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM WANALA) 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali berekspedisi. Kali ini, mereka melakukan ekspedisi Bhakti Jiva di Wana Java yang berlokasi di Resor Bandealit Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kelompok itu melakukan ekspedisi itu selama lima hari, dimulai dari Sabtu (19/7/2025) hingga Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan dokumentasi serta publikasi terkait keanekaragaman hayati. Selain itu juga untuk mengetahui upaya dalam menjaga spesies langka. Kawasan Bandealit adalah wilayah yang masih terjaga kelestarianya menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang patut untuk di jaga. Termasuk spesies langka yang relatif mudah ditemui, seperti Rafflesia zollingeriana salah satu spesies bunga yang pernah dianggap punah namun berhasil ditemukan kembali di Taman Nasional Meru Betiri.

Taman Nasional Meru Betiri adalah salah satu taman nasional yang merupakan cagar alam dan tempat konservasi. Terletak di pesisir selatan Jawa Timur, kawasan ini berlokasi pada koordinat 8°21™ – 8°34™ LS dan 113°37™ – 113°58™ BT, mencakup area sekitar 580km², dengan sebagian kecil-sekitar 8,45km² berupa perairan laut. Wilayahnya membentang di dua kabupaten, yaitu Jember dan Banyuwangi. Perjalanan kami dimulai dari Jember, masuk melalui gerbang Andongrejo lewat jalur hutan dan perkebunan karet menuju kawasan Bandealit.

Kelompok itu melakukan ekspedisi itu selama lima hari, dimulai dari Sabtu (19/7/2025) hingga Rabu (23/7/2025) (Foto: UKM WANALA)
Kelompok itu melakukan ekspedisi itu selama lima hari, dimulai dari Sabtu (19/7/2025) hingga Rabu (23/7/2025) (Foto: UKM WANALA)

Taman Nasional Meru Betiri sebagai kawasan konservasi, memiliki ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi, yaitu tipe ekosistem hutan pantai, hutan payau, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa dan ekosistem Rheofit yang mendukung pengembangan riset, pendidikan, serta kegiatan penunjang budidaya dan pariwisata.

“Data yang sudah kami temukan dalam ekspedisi ini yaitu kami masih melihat bahwa ekosistem yang berada di dalam Taman Nasional Meru Betiri cukup terjaga, berbagai spesies endemik dan dilindungi seperti burung dan satwa ditemukan salah satunya Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Trenggiling(Manis javanica), Lutung(Trachypithecus auratus), Monyet ekor panjang(Macaca fascicularis), dan Kubung sunda(Galeopterus variegatus),” ujar Hafsoh, salah satu anggota UKM WANALA.

Dua jam perjalanan menuju resort Bandealit masuk melalui pintu gerbang Andongrejo yang bertempat di desa Andongrejo kecamatan Tempurejo kabupaten Jember Jawa Timur, suasana setelah memasuki gerbang sangat berbeda jalan sudah tidak lagi penuh keramaian. “Kami disuguhkan pemandangan yang sejuk serta damai dengan suara kicauan burung yang mendominasi,” imbuhnya.

Kegiatan ini mencakup pengamatan burung, pengamatan satwa, analisis vegetasi serta pencarian tempat bunga endemik Rafflesia zollingeriana tumbuh. Menuju kawasan blok Pringtali kami berjalan menyeberangi sungai, hingga menyusuri perbukitan dengan vegetasi yang sedikit rapat. Waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi bunga Rafflesia tumbuh yaitu sekitar satu jam dengan jalur yang menanjak serta sedikit berbatu.

“Sampainya kami diatas kami disuguhi dengan pemandangan vegetasi yang rapat, kami berhasil menemukan knop bungaRafflesia zollingeriana yang setelah kami telusuri ada sekitar tujuh belas knop yang dalam beberapa hari sudah mekar. mereka menempel pada batang dan akar tanaman Liana (Tetrastigma lanceolarium)yang berfungsi sebagai inangnya karena Rafflesia merupakan tanaman holoparasit. Kami juga menemukan beberapa knop Rafflesia sudah membusuk sebelum mekar. Pak Hafid menyebutkan bahwa itu disebabkan karena adanya predator yang memakan Rafflesia yaitu landak,” jelasnya.

Penulis: UKM WANALA

AKSES CEPAT