51

51 Official Website

Mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR Hadirkan Seduh Sari, Inovasi Minuman Herbal Lokal untuk Pencegahan Rematik di Desa Bulusari

Mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR Hadirkan Seduh Sari, Inovasi Minuman Herbal Lokal untuk Pencegahan Rematik di Desa Bulusari 1

Bulusari, 22 Januari 2026 – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51 melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan melalui program Seduh Sari (Seduhan Berkhasiat Bulusari) dalam rangkaian Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. Kegiatan ini menyasar ibu ibu PKK dan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit rematik berbasis pemanfaatan potensi herbal lokal.

Program Seduh Sari dilatarbelakangi oleh tingginya risiko keluhan rematik di masyarakat, khususnya pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia, serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai pendukung kesehatan. Desa Bulusari memiliki potensi bahan herbal seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan kayu manis yang mudah diperoleh namun belum banyak diolah menjadi produk bernilai guna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PKL turut mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi kesehatan oleh Erzyllia Savana,
mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR, yang membahas pengertian rematik, faktor risiko, serta
langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi
pembuatan Seduh Sari oleh Fina Rahmatika, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR, yang
memperlihatkan proses pengolahan bahan herbal hingga menjadi produk siap seduh serta cara
penyajian yang tepat.

Seduh Sari diperkenalkan sebagai inovasi minuman sehat berbahan herbal lokal yang
dikemas dalam bentuk kantong teh celup, sehingga praktis, higienis, dan mudah dikonsumsi
sebagai kebiasaan sehat sehari-hari. Sebagai bentuk implementasi, mahasiswa PKL FIKKIA
UNAIR membagikan produk Seduh Sari kepada ibu-ibu PKK dan masyarakat yang hadir.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat serta pemerintah
setempat, sekaligus membuka peluang pengembangan produk herbal lokal sebagai potensi
usaha masyarakat yang sejalan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi).

Bu Suryani, perwakilan warga dan anggota PKK Desa Bulusari, menyampaikan bahwa
kegiatan Seduh Sari dinilai bermanfaat dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat karena bahan-bahannya berlimpah mudah didapatkan di desa ini, cara pembuatannya juga sederhana. apalagi dengan produk seduh sari ini jadi lebih praktis, Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut, ujarnya.


Sekretaris Camat Kalipuro, Dwi Sasongko, S.Sos, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan
mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR. Inovasi seperti ini sangat jarang ditemui. Bahan bakunya tersedia di desa, prosesnya sederhana, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ke depan, program ini
memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya dari sisi keberlanjutan
dan pemasaran, ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Dian Santo Prayoga S.KM M.Kes., selaku Dosen Pembimbing Lapangan PKL FIKKIA UNAIR, yang menilai Seduh Sari sebagai bentuk nyata peran mahasiswa dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor, sejalan dengan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dan visi 51 sebagai entrepreneur university.

Produk inovatif seperti Seduh Sari tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang bernilai ekonomi, jelasnya.

Melalui program Seduh Sari, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR berharap masyarakat Desa Bulusari semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sendi serta mampu memanfaatkan potensi herbal lokal secara mandiri sebagai upaya pencegahan rematik yang berkelanjutan

AKSES CEPAT