51

51 Official Website

Digitalisasi Transaksi UMKM Desa Yosomulyo melalui Pendampingan QRIS

Banyuwangi Digitalisasi transaksi keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Desa Yosomulyo terus didorong melalui kegiatan
pendampingan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kegiatan
ini dilaksanakan oleh mahasiswa BBK 7 Desa Yosomulyo 51
sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekonomi desa
berbasis digital. Program pendampingan berlangsung selama lima hari, mulai Rabu
(20/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran utama pelaku UMKM setempat.
Kegiatan diawali dengan survei lapangan ke sejumlah toko dan pelaku UMKM untuk
mengidentifikasi kondisi usaha serta mengetahui kesiapan dalam menerapkan sistem
pembayaran non-tunai. Melalui survei tersebut, mahasiswa BBK 7 Yosomulyo mendata
delapan pelaku UMKM yang bersedia berpartisipasi dan mengikuti proses
pendampingan QRIS sebagai langkah awal beralih ke transaksi digital.

Pendampingan dilakukan secara langsung dan bertahap melalui platform resmi penyedia
layanan QRIS, seperti GoPay Merchant, DANA Bisnis, dan BRI Merchant. Proses
pendampingan meliputi pengisian data usaha, verifikasi identitas pemilik usaha,
pengaktifan QRIS yang terhubung dengan layanan mobile banking sebagai sarana
pencairan dana hasil transaksi, hingga pencetakan QRIS. Selain pendampingan teknis,
pelaku UMKM juga diberikan penjelasan sederhana mengenai cara penggunaan QRIS
dan manfaat transaksi digital dalam menunjang kelancaran usaha.
Salah satu peserta pendampingan, Ibu Dewi, mengaku awalnya ragu menggunakan
pembayaran digital karena terbiasa dengan transaksi tunai. Awalnya saya takut ribet
dan bingung cara pakainya. Tapi setelah didampingi, ternyata gampang dan pembeli
juga senang karena bisa bayar pakai QRIS, ujarnya. Menurutnya, penggunaan QRIS
membantu mempercepat transaksi dan mengurangi kendala ketika pembeli tidak
membawa uang tunai.
Manfaat pendampingan QRIS juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya. Ibu Wiwit
menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi perkembangan
usahanya. Program ini membantu saya menjalankan usaha dengan lebih baik dan
semakin berkembang. Terima kasih, ungkapnya.
Sementara itu, Pak Narti menilai pendampingan QRIS memiliki dampak jangka panjang
bagi UMKM di Desa Yosomulyo. Meskipun kelihatannya kecil, tapi sangat membantu.

Banyak yang ingin punya QRIS tapi tidak mengerti caranya. Dengan dibuatkan seperti
ini, ini sangat membantu kami sebagai UMKM, tuturnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan QRIS ini bertujuan meningkatkan literasi
keuangan digital, mempermudah transaksi non-tunai, serta meningkatkan daya saing
UMKM desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa delapan UMKM di Desa Yosomulyo
berhasil mengaktifkan QRIS sebagai metode pembayaran.
Kegiatan ini juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),
khususnya Tujuan 1 (No Poverty), Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth),
Tujuan 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan Tujuan 11 (Sustainable Cities
and Communities), sebagai upaya mewujudkan ekonomi desa yang inklusif dan
berkelanjutan.

AKSES CEPAT