UNAIR NEWS – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, kolaborasi mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi), dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) mengikuti program Nutrifood Research Center (NRC). Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al Hidayah 5 Malang pada Hari Minggu (26/10/1015).
Tim UNAIR yang terdiri dari Muhammad Sabilul Firdaus (FPsi), Venna Arzika Humaida (FPsi), dan Salsabila Romadona (FKM). Tim ini menjadi salah satu dari dua tim perwakilan UNAIR yang berhasil lolos sebagai 10 besar nasional dalam program NRC dengan dukungan pendanaan sebesar 500.000 untuk pelaksanaan edukasi. Dalam program tersebut, mereka mengusung proyek bertema 淪tart Now! Pola Hidup Sehat Bukan Nanti-Nanti, yang menyasar remaja sebagai target utama edukasi.
Edukasi Interaktif dan Aplikatif
Sabil menyatakan jika kontribusinya dalam memberikan edukasi kepada remaja adalah kemauan sendiri. Melalui platform instagram, ia mengajak kedua rekannya untuk turut membantu mengedukasi remaja melalui program NCR. Ia juga menceritakan perjalanannya selama mengikuti tahapan seleksi NRC. 淜ami ingin remaja tidak hanya tahu teori tentang hidup sehat, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, ujar Sabil.

Dalam pelaksanaanya, kegiatan ini dirancang secara interaktif dan tidak membosankan melalui pemaparan materi, diskusi ringan, dan aktivitas kreatif. Tim juga memberikan kuesioner seminggu sebelum pelaksanaan untuk memetakan pengetahuan dasar terkait pola makan dan gizi seimbang. Sabil menjelaskan bahwa para santri sangat antusias dan aktif bertanya saat sesi pemaparan materi.
淪aat pelaksanaan kegiatan, kami menjadikan suasana yang aktif yakni dengan cara mengajak para santri untuk terus bergerak melalui game dan edukasi ringan tentang label pada makanan, ujar Sabil.
Dampak Nyata untuk Remaja
Sesi pemaparan materi oleh Salsabila yang membahas tentang pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Tidak hanya itu, ia juga mempraktekkan cara membaca label gizi pada makanan, serta pentingnya menjaga pola makan seimbang. 淜ami ingin menyampaikan bahwa gaya hidup sehat bisa dimulai dari hal kecil yang menyenangkan, tambah Salsabila.
Meski tanpa kolaborasi pihak eksternal, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak pondok pesantren. Salah satu pihak sasaran adalah pekerja dapur untuk memperhatikan keseimbangan gizi para santri. Tidak hanya itu, Vena juga menekankan tanggung jawab moral sebagai mahasiswa penerima beasiswa untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
淪ebagai generasi penerus, remaja harus mampu membentuk dirinya menjadi pribadi yang sehat dan produktif. Kami berharap langkah kecil ini bisa membawa dampak berkelanjutan, ujar Vena.
Sebagai penutup, Sabil menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa untuk berani mengembangkan ide yang mereka miliki. Menurutnya, remaja adalah ujung tombak penerus bangsa dalam menyumbangkan ide-ide kreatif. 淎papun kontribusi kita, satu hal yang harus diketahui, bahwa setiap niat baik akan didukung oleh niat baik juga, pungkas Sabil.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





