51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Berdayakan Remaja melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi

Sesi Penyampaian Materi 淭ubuhmu = Milikmu = Pilihamu (Foto: Dok. Pribadi)

Kasus kekerasan seksual dan stigma tabu mengenai pembelajaran kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menanggapi hal tersebut, Delegasi mahasiswa 51动漫 bersama YATC Indonesia dalam Program Pengabdian Masyarakat Sahabat Satu Nusa #8 menggelar kegiatan edukasi bertajuk 淭ubuhmu = Milikmu = Pilihamu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (07/08/2025) di SMP Satar Mese Barat yang berlokasi di Dusun Narang, Desa Cambi Leca, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan edukasi ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 7 hingga kelas 9 dengan tujuan meningkatkan pehamanan remaja mengenai pentingnya mempelajari pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi serta menghilangkan stigma tabu yang masih kental di masyarakat lokal. Melalui edukasi ini, siswa dibekali pemahaman kritis untuk mengenali hak atas privasi tubuh dengan metode lampu lalu lintas sebagai bentuk upaya pencegahan kekerasan seksual. Para siswa juga terlibat aktif pada sesi roleplay dan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas contoh kasus kasus kekerasan seksual yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar. Dwi Afiyah Hanun selaku Delegasi dari 51动漫 sebagai pemateri pada kegiatan ini menyampaikan bahwa

淎da tantangan tersendiri dalam menyampaikan topik ini kepada para siswa. Awalnya mereka terlihat malu untuk menjawab saat ditanyakan pengalaman menstruasi. Namun, melalui sesi materi yang interaktif dengan memberikan pemahaman bahwa pembahasan ini bukanlah suatu hal yang salah, peserta mulai berani terbuka dan aktif saat sesi kuis berlangsung.

Melalui kegiatan edukasi ini, peserta diharapkan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan reproduksi, berani menjaga diri, dan melindungi diri dari potensi kekerasan seksual. Upaya peningkatan literasi kesehatan pada remaja ini sejalan dengan tujuan Sustainable Develpoment Goals (SGDs), khususnya SGD 3 serta SGD 5 yang menekankan upaya peningkatan kesehatan dan perlindungan kekerasan seksual berbasis gender.

Penulis: Dwi Afiyah Hanun

AKSES CEPAT