51

51 Official Website

Mahasiswa UNAIR Dorong Aksi Sehat Keluarga Anti Stunting Melalui Program Gas-Kan Gizi

UNAIR NEWS – Surabaya merupakan wilayah perkotaan dengan akses fasilitas kesehatan dan pangan yang relatif baik, namun risiko stunting masih ditemukan akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang dan pola konsumsi yang tepat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, khususnya pada masa tumbuh kembang anak usia dini. Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, mahasiswa BBK 7 UNAIR melaksanakan Program Gas-Kan Gizi sebagai kegiatan edukasi kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang. Kegiatan ini menyasar ibu dengan anak usia 2-5 tahun di RW 02 Kelurahan Mulyorejo sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, berlokasi di Balai RT 03 RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya. Sebanyak 10 peserta, yang terdiri atas ibu dan anak usia 2-5 tahun mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 12.00 WIB. Mahasiswa BBK berperan sebagai fasilitator dalam penyampaian materi edukasi gizi serta pelaksanaan demonstrasi memasak makanan bergizi. Permasalahan yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut adalah masih terbatasnya pemahaman ibu mengenai stunting dan gizi seimbang. Sebagian ibu masih menganggap stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tanpa memahami dampaknya terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dalam mengolah makanan bergizi dengan bahan sederhana turut menjadi kendala pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Sebagai solusi, mahasiswa BBK menyampaikan edukasi gizi dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi mencakup pengertian gizi seimbang, pentingnya asupan protein hewani, serta peran nutrisi dalam mendukung pertumbuhan anak. Edukasi tersebut dilengkapi dengan demonstrasi memasak menu bergizi menggunakan bahan yang mudah diperoleh dan terjangkau, sehingga dapat dipraktikkan langsung oleh peserta di rumah. Penanggung jawab kegiatan, Rafi Aliefiyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong perubahan perilaku ibu dalam pemenuhan gizi keluarga. Melalui edukasi dan demo masak ini, kami berharap ibu-ibu dapat lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam menu sehari-hari untuk mencegah stunting, ujarnya. Program Gas-Kan Gizi mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai stunting dan gizi seimbang, serta keterampilan dasar dalam mengolah makanan bergizi. Capaian ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran ibu dalam menjaga kesehatan anak dan diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan stunting di tingkat keluarga sejak dini.

AKSES CEPAT