UNAIR NEWS Mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR selenggarakan pengabdian masyarakat bertajuk Pertolongan Pertama Gawat Darurat Pada Anak Tersedak. Agenda tersebut bertempat di Rabu (17/05/2023).
Jadi sebenarnya pengabdian masyarakat ini juga salah satu dari rangkaian dari penelitian saya yang mengambil topik kegawatdaruratan anak tersedak. Mengingat kondisi tersedak pada anak ini sangat berisiko. Maka, jika tidak tepat penanganan akan berakibat fatal pada kematian, ujar Umi Maghfiroton Fitri selaku Ketua Pengabdian Masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, tim mengundang sejumlah ibu-ibu wali murid sekolah TK Al Islam untuk melakukan praktik awal ketika melihat anak tersedak. Kemudian agenda berlanjut dengan pemberian materi lalu kembali dengan praktik cara pertolongan pertama anak tersedak sesuai dengan prosedur yang benar.
Hal yang sangat disayangkan itu terbatasnya pengetahuan tentang tatalaksana tersedak ya. Banyak ibu-ibu yang belum mengerti cara penanganan tersedak yang benar. Kebanyakan memberikan minum padahal hal itu justru membahayakan anak, tambah Umi
Penatalaksanaan Anak Tersedak
Upaya memberikan minum pada orang yang tersedak justru dapat berpotensi membahayakan kondisi korban. Hal itu karena jalan napas masih tersumbat benda asing, sehingga ditakutkan air justru akan masuk bersama benda asing tersebut menuju paru-paru.
Takutnya kalau benda asing ini ikut masuk ke paru-paru malah terjadi aspirasi. Nah, kondisi demikian bisa menimbulkan dampak lain seperti halnya infeksi pada paru-paru, ujar Wendi Genta Perkasa, salah satu mahasiswa yang memberikan materi pelatihan.
Penanganan anak tersedak sendiri melalui 2 teknik. Teknik yang pertama dengan menggunakan Back Blow (pukulan punggung) dengan memposisikan tubuh pada belakang anak dan meletakkan satu tangan di dada anak lalu memberikan pukulan punggung antara tulang belikat bayi dengan tumit tangan yang lain.
Kalau teknik pertama tidak berhasil maka bisa melakukan dorongan perut atau manuver heimlich, jelas Wendi
Cara melakukan manuver heimlich adalah dengan memposisikan diri di belakang anak. Tangan merangkul anak melalui pinggang, selanjutnya satu tangan mengepal pada pusar anak dan tangan satunya menggenggam kepalan. Langkah terakhir adalah memberikan dorongan ke atas agar membantu benda asing keluar. Namun jika tidak kunjung keluar sampai anak tidak sadarkan diri diharapkan untuk langsung menghubungi layanan kesehatan terdekat.
Penulis: Rosita
Editor: Nuri Hermawan





