UNAIR NEWS – Di tengah arus globalisasi yang semakin pesat, penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikenalkan sejak usia dini. Namun, bagi anak-anak di wilayah pedesaan seperti Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pembelajaran bahasa Inggris masih kerap dianggap sulit, membosankan, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Keterbatasan fasilitas pendukung, metode pembelajaran yang monoton, serta minimnya paparan bahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri dalam proses belajar.
Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menghadirkan sebuah inovasi edukatif bertajuk ENJOY (English Joy Learning). Program ini dirancang khusus untuk siswa Sekolah Dasar di Desa Randuboto dengan mengusung konsep pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, partisipatif, dan kontekstual.
Program ENJOY bertujuan untuk menumbuhkan minat dan rasa percaya diri anak-anak dalam mempelajari bahasa Inggris sejak dini, sekaligus mengubah anggapan bahwa bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, anak-anak diajak memahami kosakata dan ekspresi dasar bahasa Inggris secara alami dan dekat dengan keseharian mereka.
Keunikan program ENJOY terletak pada metode pembelajarannya yang mengadaptasi konsep permainan Family 100. Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan diberikan pertanyaan sederhana seputar kosakata benda di sekitar, warna, hewan, hingga ungkapan salam dan aktivitas harian. Jawaban ditampilkan secara bertahap, mendorong anak-anak untuk berdiskusi, berpikir kritis, serta berani mengemukakan pendapat.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anak-anak menunjukkan keberanian untuk berbicara dalam bahasa Inggris, berinteraksi aktif dengan teman sekelompok, serta rasa ingin tahu yang meningkat terhadap kosakata baru. Salah satu siswa MI Mambaudda檞ah mengungkapkan kesannya dengan mengatakan, 淜egiatannya seru dan menyenangkan, jadi belajar bahasa Inggris tidak terasa sulit.
Melalui program ENJOY, anak-anak Desa Randuboto tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga ditanamkan kesadaran akan pentingnya keterampilan tersebut sebagai bekal menghadapi masa depan. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi inovasi pembelajaran serupa di desa-desa lain sebagai upaya pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.





