51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Jadi Penulis Terbaik Kompetisi Kemenkeu

Jadi penulis terbaik kompetisi Kemenkeu
AMALIA Kusuma Dewi (paling kanan) saat mengikuti sesi foto bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan penyerahan hadiah di Jakarta Convention Center pada Kamis揓umat (78/12). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 Amalia Kusuma Dewi berhasil menjadi penulis terbaik article competition bertajuk Role of Technology Towards Indonesia 2045. Kompetisi itu merupakan serangkaian acara 2017 Annual International Forum On Economic Development and Public Policy oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Indonesia.

Kompetisi tersebut mengangkat tiga sub-topik. Yakni, traditional market, labor market, dan digital economy. Amalia mengangkat topik digital economy dengan karya berjudul The Potential of Modern Barter: Lesson from The Past, Implemented at The Present Time, For The Better Economy in The Future. Seleksi dimulai dengan pengumpulan karya, lalu diumumkan sepuluh pemenang yang diundang ke Jakarta Convention Center untuk mengikuti serangkaian kegiatan serta penganugerahan pada Kamis揓umat (78/12).

滵alam kompetisi ini, saya mengajukan ide penggunaan kembali sistem jual beli yang sudah lama (barter, Red) hanya dengan pengembangan bantuan teknologi. Jadi, hambatan yang dulu membuat orang enggan memilih barter dapat teratasi, jelas perempuan yang kerap disapa Amel tersebut.

Amel menuturkan, modern barter dikemas lebih sederhana karena tidak menggunakan perantara mata uang yang berbeda-beda antar negara. Karena itu, transaksi tersebut terhindar dari efek decreasing of value of money overtime. Sekaligus lebih fleksibel untuk penukaran antar barang dan jasa, bahkan barang dengan jasa. Ide itu lebih lanjut dilakukan antar instansi (business or government) atau consumer to consumer.

滵i sini, saya mengajukan khusus consumer to consumer barter dengan media mobile app. Sebenarnya mirip Cryptocurrency yang digunakan Trade Credit yang bertambah ketika memberikan barang atau jasa kepada user lain. Termasuk sebaliknya, tambah perempuan kelahiran Gresik, 11 Februari 1997, itu.

Dalam pengerjaan karya tersebut, Amel membutuhkan waktu tiga hari dengan berbagai kendala yang mengikuti. Dia harus menyelesaikan dalam waktu cepat. Sebab, saat itu adalah masa ujian tengah semester (UTS) dan setelahnya harus berangkat ke India untuk magang.

Amel memberikan tips, mengikuti kompetisi yang prestisius tidak harus banyak. Yang terpenting sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Apalagi harus mengorbankan waktu untuk belajar, kuliah, dan mengerjakan skripsi. Jadi, waktu yang dikorbankan itu tidak sia-sia. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Feri Fenoria

AKSES CEPAT