UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa program studi (AP) (FISIP) 51动漫 (UNAIR) menjuarai kompetisi kebijakan nasional yang menyoroti transisi energi. Ketiganya adalah Mada Ariane Pudjanadi, Vaneza Ika Artamevia, dan Mifdah Nur Syahbaniyah sebagai ketua tim yang berhasil meraih Juara II National Policy Case Competition dalam ajang The 22nd Hipotex-R 2025. Kejuaraan tersebut terselenggara oleh Himpunan Profesi dan Peminatan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HIPOTESA) IPB University pada Minggu (21/9/2025).
Strategi Dua Pilar
Ketiga mahasiswa FISIP tersebut tergabung dalam tim bernama NERACA. Mereka menafsirkan tema besar lomba, Indonesia檚 Economic Playbook: Reassuring 8% Economic Growth through Policy Optimization, sebagai ajakan menyusun strategi kebijakan ekonomi yang efektif, berkelanjutan, dan mensejahterakan masyarakat.
Dalam karyanya yang berjudul Policy Window in Crisis: Reformasi Energi Kota Karunia melalui Grand Strategy for Clean Energy 2025 (GSCE 2025), tim Neraca menyoroti krisis energi akibat ketergantungan fosil. 淜etergantungan yang tinggi terhadap energi fosil dan ketidakmampuan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan telah menyebabkan dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi dan lingkungan. Oleh karena itu, perlu kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dan responsif, ujar Mifdah.
Mereka menawarkan strategi dua pilar. Yakni Karunia Green Government (KGG) untuk reformasi kelembagaan dan regulasi adaptif. Selain itu, juga Karunia Green Innovation Hub (KGIH) sebagai pusat kolaborasi multipihak, pelatihan SDM, dan platform digital energi bersih. 淜ami tidak hanya menyusun konsep. Tetapi juga membuat prototipe website GSCE yang dapat diakses langsung oleh dewan juri melalui QR Code saat presentasi, terang Mifdah.
Perjuangan, Tantangan, dan Makna Prestasi
Proses penulisan berlangsung sekitar dua bulan, diperkuat studi literatur terkait transisi energi di beberapa negara seperti Denmark dan Tiongkok. Mereka mengungkapkan jika tantangan utama justru pada manajemen waktu. Pasalnya, kegiatan tersebut bersamaan dengan persiapan kegiatan orientasi mahasiswa baru, di mana ketiganya menjadi panitia. 淭antangan terbesarnya menurut kami saat proses menemukan inti permasalahan dari kasus yang diberikan. Sehingga solusi yang kami tawarkan tidak melebar, tetapi tepat sasaran, terangnya.
Mereka tidak menyangka ketika meraih penghargaan tersebut. 淏agi kami, kemenangan ini lebih dari sekadar hasil akhir. Proses belajar, jatuh bangun, dan kerja sama tim adalah nilai utama, ujar Mifdah. Sambutan hangat datang dari keluarga. Fakultas dan departemen Administrasi Publik juga memberikan apresiasi kepada mereka usai mencatatkan prestasi membanggakan tersebut.
Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra
Editor: Yulia Rohmawati





