51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Pengolahan Limbah Jagung untuk Pakan Sapi di Lamongan

Proses pengolahan limbah jangung untuk pakan sapi (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kelompok Slaharwotan dari program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 5 51动漫 berhasil melaksanakan program kerja dalam upaya mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan peternak di Lamongan. Program itu bertajuk Pengolahan Limbah Jagung Sebagai Pakan Sapi Potong yang terlaksana pada Selasa (28/01/2024) di Balai Desa Slaharwotan, Lamongan.

Melalui wawancaranya, Yemima Jodie Prasetyo dari sebagai ketua pelaksana menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik. Khususnya, dalam program kali ini menggunakan limbah jagung, sebagai alternatif pakan ternak yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. 

淒engan mengimplementasikan poin 12, yaitu Responsible Consumption and Production, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya secara bijak, papar Yemima.

Selanjutnya, Yemima mengungkapkan pelaksanaan kegiatan itu juga melibatkan kolaborasi dengan program pengabdian masyarakat dari tim dosen 51动漫. Kegiatan tersebut, sambungnya, menarik partisipasi hingga 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan BBK 5, tim dosen dari FKH, perangkat desa, serta para peternak di Desa Slaharwotan. 

淧ara dosen memberikan materi dan juga mendampingi peserta dalam praktik pembuatan pakan fermentasi, memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar agar hasilnya optimal. Dengan adanya keterlibatan para ahli, program ini tidak hanya memberikan solusi praktis tetapi juga memperkuat pemahaman peternak mengenai aspek kesehatan ternak dan efisiensi produksi,” ujarnya.

Berikutnya, Yemima menjelaskan terkait proses pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak sapi. Praktik pengolahan limbah jagung dilakukan melalui dua metode, yaitu menggunakan limbah jagung yang masih hijau dan yang sudah kering. 

淒alam prosesnya, limbah jagung hijau dimasukkan ke dalam alat chopper hingga terpotong kecil-kecil. Kemudian, dedak padi ditaburkan dan dicampur hingga merata sebelum dimasukkan ke dalam plastik silase. Plastik silase tersebut harus ditekan hingga padat dan ditutup rapat, lalu difermentasi selama satu minggu sebelum siap diberikan kepada ternak, tutur Yemima.

Yemima menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik agar dapat digunakan kembali. 

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan diterapkan secara luas oleh masyarakat. Dengan pemanfaatan limbah jagung yang lebih optimal, diharapkan limbah pertanian dapat diminimalisir, sekaligus memberikan solusi alternatif dalam penyediaan pakan ternak yang lebih murah dan bernutrisi bagi peternak lokal,” pungkasnya.

Penulis: Adinda Aulia Pratiwi

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT