UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) tiada henti menorehkan prestasi gemilang. Kali ini datang dari tim mahasiswa yang terdiri dari Mochamad Rafi Pratama Hariyanto (FK) dan Abdullah Abimanyu Harahap (FISIP). Mereka berhasil meraih juara 2 dalam Widya Mandala Debate Competition yang berlangsung pada Sabtu (22/02/2025). Widya Mandala Debate Competition adalah lomba debat nasional tahunan milik ESDM BEM Widya Mandala. Lomba ini terdiri dari tiga kategori, yaitu debat SMA, debat mahasiswa Indonesia, dan debat mahasiswa English.
Persiapaan Matang
Tema debat nasional ini adalah aktualisasi diri gen z sebagai agent of change. Untuk menghadapi perlombaan ini, tim delegasi UNAIR sebelumnya telah mempersiapkan diri secara matang dengan belajar dari berbagai sumber. Rafi, salah satunya anggota tim, menjelaskan bahwa timnya mendapat banyak pelajar selama proses lomba dari awal hingga grand final.
淢emang tema dalam lomba ini difokuskan pada aktualisasi diri gen z. Kemudian di babak grand final kami membahas keikutsertaan mahasiswa dalam aksi intervensi politik, seperti demo dan mogok belajar yang berpotensi mengganggu akademi. Ide yang kami dapatkan juga sebelumnya sudah kami pelajari dengan cara membaca materi yang memiliki berbagai topik dan perspektif, jelasnya.
Meskipun tim delegasi UNAIR memiliki latar belakang program studi yang berbeda, mereka tetap solid dan saling membantu satu sama lain. Rafi yang berasal dari program studi kedokteran mengungkapkan bahwa lomba ini menjadi pengalaman yang menarik baginya.
淗al menarik dari lomba ini, saya sebagai anak kedokteran mampu belajar isu lain, seperti isu sosial, ekonomi, dan lainnya. Debat dalam hal ini bukan antara hitam putih, tapi ada spektrumnya. Keseharian saya yang belajar ilmu eksakta mencoba membiasakan belajar dalam lingkup perspektif yang luas lagi dalam ilmu soshum. Untungnya partner debat saya, yaitu Abi mampu membantu saya. Memang dia yang berasal dari FISIP, ungkapnya.
Rafi juga mengatakan bahwa dengan belajar debat mahasiswa akan mampu menganalisis permasalahan sekitar dan mengembangkan daya berpikir kritisnya. Oleh karena itu, tim ini berpesan bahwa jangan pernah takut untuk memulai ikut lomba debat.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Edwin Fatahuddin





