UNAIR NEWS – Ksatria Airlangga kembali harumkan nama 51动漫 (UNAIR) dengan membawa juara Best Paper pada subtema Creative and Social Entrepreneurship dalam kegiatan ASIAN Young Leader Forum yang terlaksana pada (18-20/3/2026) di University of Economic and Finance (UEF) Ho Chi Minh City, Vietnam.
Dua mahasiswa membanggakan, Rizqi Alfy Dzikria sebagai ketua tim dan Qisthy Fatiyah Ahmad dari program studi Ekonomi Islam, . Keduanya mengaku bahwa kegiatan tersebut sarat akan pengalaman pertama yang menarik. 淪angat seru dan kami merasa bersyukur karena memang semuanya pertama bagi kami. Pertama kali mengikuti forum internasional, pertama kali ke luar negeri, pertama kali presentasi dengan audiens dari berbagai negara, dan kami juga berhasil membawa juara untuk UNAIR, ungkap Rizqi.

Usung Karya InSwift
Keduanya membawakan paper bertajuk inSwift: Blockchain-Driven Sharia Mobility for Inclusive and Sustainable Urban Transport. Rizqi menjelaskan bahwa ide ini hadir karena permasalahan nyata terkait ojek online yang ada di Indonesia. 淏anyak permasalahan terkait ojek online seperti jam kerja hingga fee dari platform penyedia jasa, jelasnya.
Karya ini hadir karena keinginan tulus untuk membuat sistem yang lebih bagus agar sumber daya manusia lebih berdaya dengan baik. Keduanya juga menambahkan blockchain atau teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat sistem inSwift. 淏lockchain ini mencatat data secara permanen, aman, dan transparan. Jadi, data yang sudah tercatat mustahil untuk diubah atau dimanipulasi, imbuhnya.
Pengalaman Berharga
Rizqi bercerita bahwa forum internasional tersebut sangat menarik. Pada hari pertama terdapat opening ceremony yang sangat meriah. Setelahnya, terdapat cultural night dan gala dinner. Sementara hari kedua bermula dengan presentasi karya dan berlanjut melakukan kunjungan ke Perusahaan CT Group Vietnam. Kemudian, hari terakhir melakukan kunjungan ke HUTECH University serta closing ceremony dan awarding. 淜ami juga diajak berkeliling Ho Chi Minh dengan bus kota untuk menikmati pemandangan kota, ujarnya.
Lebih lanjut, Rizqi berpendapat bahwa pengalaman yang paling penting setelah mengikuti forum internasional adalah menjalin relasi. Rizqi mengaku bahwa ia dan Qisthy sudah berkenalan dengan berbagai mahasiswa dari negara lain. 淵ang sangat berkesan adalah bertemu teman-teman dari Malaysia, Singapura, Thailand, China, Korea, Taiwan, Vietnam, India, hingga Philipina. Kami berkenalan satu sama lain dan mengenalkan budaya masing-masing negara, jelasnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





