UNAIR NEWS – Makanan berpengawet nitrosamin ditengarahi banyak bertebaran di pasaran umum. Padahal, nitrosamin merupakan senyawa karsinogen (zat pemicu kanker). Berangkat dari keprihatinan itu dan ingin andil menyehatkan masyarakat, lima mahasiswa 51动漫 berhasil membuat produk, namanya Nitrosamin Tes Kit (Nisa Kit), yang mudah dipakai untuk mendeteksi makanan itu mengandung nitrosamin atau tidak.
滽eunggulan produk ini, kami belum menemukan produk lain yang bisa mendeteksi nitrosamin dalam makanan. Kebanyakan produk yang dijual di luar adalah produk yang hanya bisa untuk mendeteksi nitrit, dan bukan nitrosamine, ujar Yovilianda Maulitiva Untoro, Ketua kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR ini dalam siaran persnya.
Selain Yovilianda, keempat anggota tim PKMK yang lain adalah Krisnadewi Suciati, Arini Sabilal Haque, Anisa Maharani, dan Dwiki Rizaldi Wijaya. Mereka mengangkat inovasinya ini dalam proposan PKMK, dan telah berhasil lolos dari penilaian Dirjen Dikti, sehingga berhal atas dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2017.

Selain itu, lanjut Yovilianda, harga yang ditawarkan pada produk pendeteksi nitrit itu sangat mahal, mencapai ratusan ribu. Sedangkan produk Nisa Kit lebih murah dan sangat mudah dalam aplikasi penggunaannya. Sehingga para ibu rumah tangga dapat dengan mudah melakukan pecegahan kanker nasofaring, minimal dalam satu keluarganya.
Dijelaskan, di pasaran masih banyak ditemukan makanan yang diawetkan menggunakan nitrosamin. Diakui, proses mengawetkan makanan ini biasanya menggunakan nitrit, dan umumnya jenis makanan yang diawetkan dengan nitrit itu daging dan ikan asin. Nitrosamin terbentuk karena saat proses pengawetan makanan itu terjadi reaksi antara protein dengan nitrit yang menyebabkan terjadinya perombakan protein dalam makanan.
Nitrit sendiri lebih beracun dibandingkan dengan nitrat, karena itu konsumsi nitrit pada manusia dibatasi dari konsentrasi 10-200 ppm. Sehingga adanya nitrosamine dalam makanan juga sangat berbahaya, antara lain dapat menimbulkan tumor dan kerusakan organ lain. Bahkan yang paling fatal adalah dapat memicu berkembangnya kanker nasofaring.
Repotnya, banyak masyarakat yang belum mengenal, bahkan belum mengetahui apa itu kanker nasofaring. Bahkan belakangan penyakit ini sempat menjadi trending topic, gara-gara seorang aktor asal Korsel yang mengidap kanker nasofaring, yaitu kanker yang tumbuh pada nasofaring. Nasofaring adalah bagian sistem pernafasan yang terletak pada hidung bagian dalam hingga ke tenggorokan.
Berdasarkan pengamatannya, umumnya masyarakat tidak atau belum banyak yang mengetahui apa saja penyebab kanker, termasuk kanker nasofaring. Ketika kanker sudah menggerogoti tubuh dan telah mencapai fase kritis (stadium tinggi), masyarakat baru menyadarinya.
漃adahal sebenarnya masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini, sehingga bisa meminimalisir berkembangnya suatu penyakit di dalam tubuh. Dengan kami buatkan Nisa Kit ini, kami berharap para ibu rumah tangga dapat dengan mudah mengetahui makanan apa yang terpapar nitrosamin, sehingga bisa melakukan pecegahan kanker nasofaring, kata Yovi, panggilan akrabnya. (*)
Editor : Bambang Bes.





