Stunting merupakan masalah kesehatan global utamanya pada balita. Kondisi gagal tumbuh ini penyebabnya multi dimensi meliputi kekurangan gizi masa kehamilan, akses pangan yang terbatas, rendahnya keragaman pangan, pola asuh yang kurang, higiene sanitasi buruk, pelayanan kesehatan ibu dan anak yang belum optimal, dan lainnya. Kegagalan tumbuh kembang dalam masa balita dapat mengancam masa depan mereka. Sebagaimana dijelaskan, keragaman pangan harian dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Oleh karena itu, sebuah literature review dilakukan oleh Ulfa dkk tahun 2023 untuk mempelajari hubungan antara keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita. Hasilnya, terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk direview, dimana 6 artikel menyatakan terdapat hubungan antara keragaman pangan dengan stunting. Semakin bervariasi makanan yang dikonsumsi, semakin rendah kemungkinan balita mengalami stunting. Adapun keragaman pangan antara lain tipe pangan yang terdiri dari makanan pokok, lauk nabati dan hewani, sayur, buah, air dan berbagai makanan lainnya. Semakin bervariasi tipe makanan yang dikonsumsi, semakin mudah terpenuhinya kebutuhan gizi. Disimpulkan, keragaman pangan berkaitan dengan kejadian stunting. Hasil studi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk upaya pencegahan dan penurunan stunting pada balita melalui optimalisasi ketersediaan keragaman pangan, khususnya di daerah lokus stunting.
Penulis: Siti Rahayu Nadhiroh
Jurnal: Al Uluf, U., Sinatrya, A. K., & Nadhiroh, S. R. Literature Review: The Relationship between Dietary Diversity with Stunting in Underfive Children: Tinjauan Literatur: Hubungan antara Keragaman Pangan dengan Stunting pada Balita. Amerta Nutrition, 7(1), 147“153.





