51动漫

51动漫 Official Website

Manajemen Kehamilan Berisiko Tinggi pada Ibu Hamil dengan Hepatitis B Reaktif: Pendekatan Continuity of Care dalam Pencegahan Transmisi Vertikal

Peran Pendampingan Continuity of Care (CoC) Pada Ibu Hamil Beresiko Kekurangan Energi Kronis (KEK)
Ilustrasi ibu hamil (Foto: Hermina Hospital)

Indonesia masih menjadi negara dengan infeksi hepatitis B yang tinggi. Pada studi kasus ini, dilakukan Continuity of Care (CoC) dimana dilakukan perawatan berkelanjutan kepada pasien. Infeksi hepatitis B merupakan infeksi yang dapat menular dari  ibu ke bayi melalui proses persalinan, sehingga tindakan pencegahan yang tepat diperlukan untuk menghindari penularan dari ibu ke bayi tersebut. Pada studi kasus menunjukkan seorang wanita berusia 35 tahun dengan riwayat kehamilan kompleks dan hepatitis B reaktif di usia kehamilan 30 minggu. Pendekatan yang diterapkan meliputi edukasi tentang hepatitis B dan risiko transmisi, pemeriksaan laboratorium seperti HBV DNA, serta pemberian antivirals jika diperlukan. Pentingnya penerapan konsep Continuity of Care (CoC) ditekankan dalam memastikan pemantauan berkesinambungan dari hamil hingga postpartum, melibatkan keluarga dan tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah transmisi virus ke bayi melalui imunisasi pasca kelahiran dan pemberian imunoglobulin hepatitis B.

Manajemen kehamilan berisiko tinggi pada wanita dengan hepatitis B reaktif diperlukan bertujuan untuk mencegah komplikasi dan transmisi virus dari ibu ke bayi (transmisi vertikal). Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya di Indonesia berkisar antara 1,6% hingga 10% pada ibu hamil, dengan risiko peningkatan komplikasi obstetrik seperti pendarahan, gangguan liver, dan abortus. Selain itu, jika tidak ditangani dengan tepat, hepatitis B berisiko menularkan virus ke bayi selama proses persalinan, terutama jika ibu positif HBeAg, dengan risiko transmisi mencapai 90%.

Selain itu, pendekatan Continuity of Care (CoC) sangat penting dalam memastikan pemantauan berkesinambungan dari awal kehamilan hingga pasca persalinan, termasuk edukasi keluarga, pemeriksaan rutin, dan pemberian imunisasi hepatitis B serta imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) segera setelah bayi lahir. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan risiko komplikasi termasuk perdarahan, kerusakan hati, dan transmisi virus dari ibu ke bayi.

Selain aspek medis, keberhasilan manajemen juga bergantung pada kolaborasi yang baik antara tenaga kesehatan, keluarga, dan pasien itu sendiri. Keterlibatan keluarga terutama suami sangat penting untuk mendukung pengobatan dan kepatuhan terhadap pengobatan serta vaksinasi.

Secara keseluruhan, artikel menegaskan perlunya manajemen komprehensif, edukasi, dan kolaborasi untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi, serta upaya pencegahan transmisi vertikal melalui imunisasi lengkap dan pengendalian risiko selama kehamilan serta persalinan. Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan angka transmisi dan komplikasi, serta meningkatkan hasil kesehatan maternal dan neonatal.

Penulis: Dewi Setyowati, S.Keb., Bd., M.Ked. Trop.

Lebih detail bisa di baca

AKSES CEPAT